Batiah


Batiah merupakan makanan khas Minangkabau, tepatnya di daerah Payakumbuh. Batiah merupakan makanan yang serupa dengan keropok rengginang. Bezanya terletak pada bahan asasnya, rengginang terbuat dari beras sedangkan batiah terbuat daripada beras pulut putih.[1]
Kaedah membuat yang pertama adalah beras pulut ditanak hingga masak. Seterusnya, pulut dibentuk bulat dan dijemur di bawah pancaran matahari. Batiah yang kering boleh digoreng dan minyak goreng mesti banyak supaya kematangan lebih merata. Batiah merupakan makanan yang bercita rasa sedap, yang sesuai untuk dimakan sabagai snek.[1]
Rujukan
- ^ a b Dwi Astarini (29 November 2018). "Batiah, Rengginangnya Payakumbuh yang Jadi Ikon Kota". Merah Putih (dalam bahasa Indonesia). Dicapai pada 3 Disember 2020.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.