Malassada


Malassada adalah kue goreng khas Portugal dari Kepulauan Azores. Kue ini termasuk jenis donat, dibuat dari adonan ragi berbentuk bulat pipih, kemudian dilapisi gula dan kayu manis atau disajikan dengan molase.[1]

Nama malassada sering digunakan secara bergantian dengan filhós.[2] Namun, menurut Direção-Geral de Agricultura e Desenvolvimento Rural (DGARD), kedua kue regional ini berbeda—malassada Azores dibuat khusus saat perayaan Karnaval,[1] sedangkan filhós dari Penedono dibuat dengan brendi dan minyak zaitun menggantikan susu dan dinikmati sepanjang tahun.[3] Kue serupa lainnya dari Region Tengah, Portugal adalah Cascoréis da Guarda.[4]

Sejarah

Malassada diyakini berasal dari filhós dari daratan Portugal dan Madeira, yang muncul sebagai produk dari berkembangnya industri gula pada abad keenam belas.[5] Kue ini diekspor ke seluruh wilayah Makaronésia, diperkenalkan ke Azores dan Kepulauan Canary, bahkan sampai ke Brasil pada abad keenam belas dan ketujuh belas.[6]

Malassada pertama kali disebutkan dalam Dicionário Houaiss da Língua Portuguesa pada tahun 1609, dan tercatat dalam pembukuan Convento da Encarnação di Lisbon antara tahun 1688 hingga 1762.[7] Dalam Gastronomia Tradicional da Madeira e do Porto Santo, istilah mal-assada (secara harfiah 'terbakar tidak sempurna') merujuk pada adonan yang "setengah matang" di bagian dalam.[8] Versi lain menyatakan bahwa kue ini awalnya dibuat menggunakan melaço de cana (molase), sehingga dinamai melassadas atau melaçadas.[1]

Secara historis, malassada adalah kue biara yang disiapkan untuk Terça-feira Gorda (secara harfiah 'Selasa Gemuk') dengan tujuan menghabiskan semua lemak dan gula di rumah sebelum Rabu Abu, yang menandai awal Masa Prapaskah—periode puasa yang membatasi penggunaan lemak dan gula sebagai bentuk pertapaan dan penebusan dosa, mirip dengan tradisi lain seperti Hari Pancake.[9] Malassada menjadi kue tradisional yang dikonsumsi di Azores dan Madeira selama perayaan Karnaval.[7]

Hawaii

Pada tahun 1878, pekerja imigran Portugal dari Madeira dan Azores mulai pindah ke Hawaii untuk bekerja di perkebunan.[7] Mereka membawa serta makanan tradisional mereka, termasuk malassadas—yang kini umumnya dieja malasadas. Donat ini memiliki kemiripan dengan bola de berlim, donat goreng yang banyak dijual di pantai-pantai Portugal.[10] Pada masa lalu, imigran Katolik Portugal sering membagikan kue ini kepada teman-teman dari etnis lain di kamp perkebunan.[11]

Saat ini, terdapat banyak toko roti di Kepulauan Hawaii yang mengkhususkan diri membuat malasadas sepanjang tahun.[12] Seperti bola de berlim Portugal, donat ini dapat dibuat dengan atau tanpa isian krim. Di Hawaii, isian tradisional berupa krim custard ala Portugal, tetapi juga tersedia variasi lokal dengan rasa kelapa, cokelat, lilikoi (markisa), jambu biji, mangga, ube, atau nanas.[13] Di Hawaii, Selasa Gemuk (Mardi Gras) dikenal sebagai “Hari Malasada”.[11]

Amerika Utara

Di Amerika Serikat, malassadas sering dibuat di banyak rumah tangga Portugal pada Selasa Gemuk. Tradisi ini melibatkan anak-anak yang menggulingkan donat hangat dalam gula, sementara wanita dewasa—ibu atau nenek—yang memasaknya.

Di Pantai Timur, khususnya di Rhode Island dan tenggara Massachusetts, terdapat populasi besar warga keturunan Portugal. Festival di kota-kota seperti New Bedford dan Fall River sering menyajikan masakan Portugal, termasuk malassada.[14]

Referensi

  1. ^ a b c Fernandes, Daniel. "Malassadas". Produtos Tradicionais Portugueses (dalam bahasa Portugis). Direção-Geral de Agricultura e Desenvolvimento Rural. Diakses tanggal 20 October 2023.
  2. ^ Ortins, Ana Patuleia (20 October 2015). Authentic Portuguese Cooking: More Than 185 Classic Mediterranean-Style Recipes of the Azores, Madeira and Continental Portugal (dalam bahasa Inggris). Salem, MA: Page Street Publishing Co. hlm. 286. ISBN 978-1-62414-194-2. Diakses tanggal 20 October 2023.
  3. ^ Fernandes, Daniel. "Filhoses". Produtos Tradicionais Portugueses (dalam bahasa Inggris). Direção-Geral de Agricultura e Desenvolvimento Rural. Diakses tanggal 20 October 2023.
  4. ^ Fernandes, Daniel. "Cascoréis da Guarda". Produtos Tradicionais Portugueses (dalam bahasa Inggris). Direção-Geral de Agricultura e Desenvolvimento Rural. Diakses tanggal 21 October 2023.
  5. ^ Tiago, Flávio; Fonseca, Josélia; Chaves, Duarte; Borges-Tiago, Teresa (May 2021). "4. A look into the trilogy: food, tourism, and cultural entrepreneurship". Dalam Medeiros, Teresa; Moniz, Ana Isabel; Tomás, Licínio; Silva, Osvaldo; Vieira, Virgílio; Ferreira, Joaquim Armando (ed.). Turismo sénior: Abordagens, sustentabilidade e boas práticas. TU-Sénior55+, Projeto de investigação. hlm. 90–91. ISBN 978-989-53123-2-0. Diakses tanggal 20 October 2023.
  6. ^ Gil, Ana Cristina Correia; Fialho, Adolfo Fernando da Fonte; Chaves, Duarte Nuno (March 2022). "As malassadas : itinerários insulares, das ilhas para o Mundo". AGORA (dalam bahasa Portugis) (49). Universidade dos Açores: 1–4. hdl:10400.3/6224. Diakses tanggal 20 October 2023.
  7. ^ a b c Pinheiro, Joaquim; Soares, Carmen (30 August 2016). Patrimónios Alimentares de Aquém e Além-Mar (dalam bahasa Portugis). Coimbra: Imprensa da Universidade de Coimbra / Coimbra University Press. hlm. 251–252. ISBN 978-989-26-1190-7.
  8. ^ Gastronomia Tradicional da Madeira e do Porto Santo. Funchal: Servico de Publicacoes da DRAC (Coord.), SRCC e DRAC. 2013.
  9. ^ Vieira, Michael J. (February 17, 2022). "Malassadas and more at Somerset's Saint John of God Parish". Fall River Herald News. Diakses tanggal 20 October 2023.
  10. ^ Robert Carpenter; Cindy Carpenter (30 January 2008). Kauai Restaurants and Dining with Princeville and Poipu Beach. Holiday Publishing Inc. hlm. 26. ISBN 978-1-931752-37-4.
  11. ^ a b Jennifer McLagan (2008). Fat: An Appreciation of a Misunderstood Ingredient, With Recipes. Ten Speed Press. hlm. 115. ISBN 978-1-58008-935-7.
  12. ^ Rachel Laudan (January 1996). The Food of Paradise: Exploring Hawaii's Culinary Heritage. University of Hawaii Press. hlm. 94. ISBN 978-0-8248-1778-7.
  13. ^ "Malasadas | Leonard's Bakery". www.leonardshawaii.com. Diakses tanggal 20 October 2023.
  14. ^ Mimi Sheraton; Kelly Alexander (13 January 2015). 1,000 Foods to Eat Before You Die: A Food Lover's Life List. Workman Publishing Company, Incorporated. hlm. 274. ISBN 978-0-7611-4168-6.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.