Durna gugur

Durna gugur adalah salah satu lakon wayang paling menggetarkan dalam kisah wayang Bharatayuda. Setelah Resi Bisma gugur karena dihujani panah oleh Srikandi, istri Arjuna, dan Basukarna atau Prabu Karna juga meninggal oleh panah Pasopati Arjuna, maka begawan Durna menjadi panglima perang dari pihak Kurawa. Durna, guru dari para Kurawa dan Pandawa, merupakan tokoh sakti dan linuwih dalam ilmu senjata dan sastra. Di medan Kurusetra pada hari kelima belas dan sebagai mahasenapati Kurawa, kesaktian Durna membuat pasukan Pandawa kewalahan dan banyak prajurit yang tewas. Tiada kesatria yang sanggup mengalahkannya, sebab Durna bertempur dengan aji-aji yang ampuh dan sakti.[1]
Setelah Abimanyu di pihak Pandawa gugur akibat terperangkap dalam barisan Cakrabiyuha (Cakrabirawa), Sri Kresna yang dikenal sebagai penasehat dan kusir kereta perang Pandawa (Arjuna) lalu menyusun siasat halus dan strategis. Ia memerintahkan Werkudara untuk membunuh gajah bernama Aswatama, lalu mengabarkan kepada Durna bahwa Aswatama telah gugur. Mendengar nama putranya disebut, hati Durna terguncang. Ia mendatangi Yudistira untuk memastikan kabar itu. Dengan berat hati, Yudistira yang terkenal karena kejujurannya menyatakan “Aswatama gugur,” namun suaranya ditenggelamkan oleh bunyi genderang perang, menyembunyikan kata "gajah". [2]
Kepercayaan diri Durna akhirnya runtuh. Senjata saktinya terlepas dan hilang, serta semangat perangnya sirna. Saat itulah Drestajumena maju menunaikan sumpahnya membalas kematian ayahnya, Prabu Drupada. Drestajumena tanpa basa basi lalu mengayunkan pedangnya yang tajam untuk memenggal kepala Resi Durna sehingga meninggal dalam keadaan pasrah, dan menandai tumbangnya kebijaksanaan yang terseret arus angkara. Lakon ini mengajarkan bahwa kecerdikan tanpa kebijaksanaan batin dapat membawa kehancuran dari keangkara murkaan pihak Kurawa, bahkan bagi seorang guru / pandita Durna sekalipun.[3]
Referensi
- ^ "Sepenggal Kisah Pilu: Begawan Durna Gugur". kompasiana.com. Diakses tanggal 24 Jan. 2026.
- ^ "LAKON WAYANG, Durna Gugur". radarmadiun.jawapos.com. Diakses tanggal 24 Jan. 2026.
- ^ "TRANSFORMASI BAGAWADGITA DAIAM LAKON BISMA DAN DURNA GUGUR". jurnal.isi-ska.ac.id. Diakses tanggal 24 Jan. 2026.
Lihat juga
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.