Dulsimer palu
Seorang musisi memainkan dulsimer palu diatonik. | |
| Alat musik dawai | |
|---|---|
| Nama lain |
|
| Klasifikasi | Alat musik perkusi (kordofon), alat musik dawai |
| Hornbostel–Sachs | 314.122-4 (Kordofon sederhana yang dibunyikan dengan palu) |
| Dikembangkan | Zaman kuno |
| Alat musik terkait | |
| Sampel suara | |
Dulsimer palu atau dulsimer pukul (dalam Bahasa Inggris disebut sebagai hammered dulcimer atau hammer dulcimer) adalah alat musik perkusi-dawai yang terdiri dari senar yang biasanya diregangkan di atas papan resonansi trapesium. Dulsimer palu diletakkan di depan pemain musik, yang dalam gaya yang lebih tradisional mungkin duduk bersila di lantai, atau dalam gaya yang lebih modern mungkin berdiri atau duduk di penyangga kayu dengan kaki. Pemain akan memegang palu (hammer) berbentuk sendok di kedua tangan untuk memukul dawai. Kata "dulcimer" berasal dari kata dalam Yunani-Romawi ('lagu manis'). Yakni bahasa Latin dulcis ('manis') dan bahasa Yunani melos ('malaikat'). Dulsimer, yang mana senarnya dipukul dengan palu, berasal dari psaltery, yang senarnya dipetik.[1]
Dulsimer palu dan dan alat musik yang mirip lainnya dimainkan secara tradisional di Iran, India, Iraq, Asia Barat, Tiongkok, Korea, Jepang dan beberapa Asia Tenggara, Eropa Tengah (Hungaria, Slovenia, Romania, Slovakia, Polandia, Republik Ceko, Swiss [khususnya Appenzel], Austria dan Bavaria, Balkan, Eropa Timur (Ukraina dan Belarus), dan Skandinavia. Alat musik ini juga dimainkan di Britania Raya (Wales, Anglia Timur, Northumbria) dan di Amerika Serikat, yang mana penggunaannya di musik rakyat mengalami kebangkitan di akhir abad ke-20.[2]
Sejarah

Santur, salah satu jenis dulsimer palu, yang berasal dari Timur Tengah. Bukti paling awal yang ditemukan adalah dari pahatan batu Asyur dan Babilonia tahun 669 SM, menunjukkan sebuah alat musik yang sedang dimainkan dengan digantung dileher pemainnya. Alat musik ini diperdagangkan dan menyebar ke penjuru Timur Tengah. Musisi memodifikasi desain aslinya selama berabad-abad, menghasilkan beragam variasi tangga nada dan penalaan. Versi asli dari santur kemungkinan besar terbuat dari kayu dan batu, yang diikat dengan usus kambing. Santur Babilonia adalah nenek moyang dari harpa, yangqin, harpsichord, qanun, cimbalom dan dulcimer palu.[4]
Di Eropa Barat, dulsimer palu pertama kali muncul dalam sumber tekstual dan ikonografi dari awal abad ke-15.[5] Dulcimer palu sering digunakan selama abad pertengahan di Inggris, Prancis, Italia, Jerman, Belanda dan Spanyol.
Senar dan penalaan



Dulsimer biasanya memiliki dua kuda-kuda (bridge), yaitu kuda-kuda bas di dekat sisi sebelah kanan, dan kuda-kuda trebel di sisi kiri. Senar trebel bisa dimainkan di kedua sisi kuda-kuda trebel. Pada konstruksi standar, memainkan senar di sisi kiri akan menghasilkan nada dengan interval kelima (kuint) lebih tinggi dibandingkan memainkan di sisi kanan kuda-kuda.
Dulsimer tersedia dalam berbagai ukuran, yang diidentifikasi dari jumlah senar yang melewati kuda-kuda. Tipe 15/14, misalnya, memiliki 15 senar yang melalui kuda-kuda trebel dan 14 senar melalui kuda-kuda bas, serta memiliki rentang nada sejauh 3 oktaf. Senar pada dulsimer palu biasanya tersusun berpasangan, yakni dua senar untuk setiap nada (meskipun beberapa instrumen memiliki tiga atau empat senar per nada). Setiap set senar ditala secara unison (nada yang sama persis) dan disebut sebagai satu course. Sama halnya dengan piano, tujuan penggunaan senar ganda per course adalah untuk membuat suara instrumen lebih keras. Namun, karena senar-senar tersebut jarang berada dalam unison yang sempurna, biasanya hal ini akan menghasilkan efek chorus (suara yang lebih bergaung/tebal) seperti pada instrumen mandolin. Senar-senar dulsimer palu dililitkan pada pena tala (tuning pin) berkepala kotak (biasanya menggunakan "pena siter" berukuran 5 mm; mirip dengan pena tala piano tetapi berdiameter lebih kecil, mengingat pena tala piano memiliki berbagai ukuran mulai dari "1/0" atau 7 mm ke atas). Proses penalaannya membutuhkan alat pemutar khusus (wrench) layaknya pada autoharp, harpa, atau piano.
Senar pada dulsimer palu sering kali ditala mengikuti pola lingkaran kuint (circle of fifths).[6][7] Umumnya, nada terendah (sering kali nada G atau D) dipukul pada bagian kanan bawah instrumen, tepat di sebelah kiri kuda-kuda kanan (bas). Saat pemain memukul course di atasnya secara berurutan, nada-nadanya akan naik mengikuti pola urutan yang berulang, yaitu dua interval penuh (whole step) dan satu interval setengah (half step). Dengan penalaan ini, sebuah tangga nada diatonik dipecah menjadi dua tetrakord, atau kelompok yang terdiri dari empat nada. Sebagai contoh, pada instrumen dengan D sebagai nada terendah, tangga nada D mayor dimainkan mulai dari sudut kanan bawah lalu bergerak naik pada kuda-kuda bas: D – E – F♯ – G. Ini merupakan tetrakord bawah dari tangga nada D mayor. Pada titik ini, pemain kembali ke bagian bawah instrumen dan berpindah ke senar trebel di sebelah kanan kuda-kuda trebel untuk memainkan tetrakord yang lebih tinggi: A – B – C♯ – D. Pemain dapat terus menaiki tangga nada pada sisi kanan kuda-kuda trebel dengan E – F♯ – G – A – B, tetapi nada selanjutnya adalah C, bukan C♯, sehingga ia harus berpindah ke sisi kiri kuda-kuda trebel (dan lebih dekat ke pemain) untuk melanjutkan tangga nada D mayor tersebut. Lihat gambar di sebelah kiri atas, di mana "DO" akan berpadanan dengan D (lihat Solfegio do yang dapat berpindah / Movable do solfège).
Perpindahan dari kuda-kuda bas ke kuda-kuda trebel diperlukan karena senar keempat pada kuda-kuda bas, yaitu G, merupakan awal dari tetrakord bawah pada tangga nada G. Pemain sebenarnya dapat melanjutkan beberapa nada ke atas (G – A – B), tetapi nada berikutnya akan menjadi nada ketujuh yang diturunkan (flatted seventh, dalam hal ini C natural), karena nada tersebut diambil dari tetrakord G. Tangga nada D mayor dengan nada ketujuh yang diturunkan ini merupakan modus miksolidia (mixolydian mode) pada nada dasar D.
Hal yang sama terjadi saat pemain bergerak naik pada kuda-kuda trebel—setelah mencapai nada La (B dalam hal ini), pemain harus berpindah ke sisi kiri kuda-kuda trebel. Berpindah dari sisi kiri kuda-kuda bas ke sisi kanan kuda-kuda trebel merupakan hal yang serupa dengan berpindah dari sisi kanan kuda-kuda trebel ke sisi kiri kuda-kuda trebel.
Seluruh pola ini dapat digeser ke atas sebanyak tiga course, sehingga alih-alih tangga nada D mayor, pemain akan mendapatkan tangga nada G mayor, dan seterusnya. Hal ini mentransposisi (memindahkan nada dasar) satu tangga nada bertemperamen setara (equally tempered scale) ke tangga nada lainnya. Menggeser ke bawah sebanyak tiga course akan mentransposisi tangga nada D mayor menjadi A mayor, tetapi tentu saja nada Do-Re-Mi yang pertama akan tergeser ke luar jangkauan instrumen tersebut. Penalaan ini menghasilkan ketersediaan sebagian besar, meski tidak semua, nada pada tangga nada kromatik. Untuk mengisi kekosongan nada tersebut, banyak pembuat dulsimer modern menambahkan kuda-kuda ekstra berukuran pendek di bagian atas dan bawah papan resonasi, di mana senar-senar tambahan ditala pada beberapa atau seluruh nada yang hilang. Instrumen semacam ini sering disebut sebagai "dulsimer kromatik", sebagai lawan dari "dulsimer diatonik" yang lebih tradisional. Penanda tetrakord yang ditemukan pada kuda-kuda sebagian besar dulsimer palu di negara-negara berbahasa Inggris diperkenalkan oleh pemain sekaligus pembuat instrumen asal Amerika Serikat, Sam Rizzetta, pada tahun 1960-an.[8] Di kawasan Pegunungan Alpen, terdapat pula dulsimer kromatik dengan senar bersilang, yang memiliki jarak satu nada penuh (whole tone) pada setiap barisnya. Salzburger hackbrett (sebutan lokal untuk dulsimer palu) kromatik ini dikembangkan pada pertengahan 1930-an dari dulsimer palu diatonik oleh Tobi Reizer dan putranya, bersama dengan Franz Peyer serta Heinrich Bandzauner. Pada masa pascaperang, instrumen ini menjadi salah satu instrumen yang diajarkan di sekolah-sekolah musik yang disponsori oleh negara.[9]
Dulsimer palu dari keturunan non-Eropa mungkin memiliki pola penalaan yang berbeda, dan para pembuat dulsimer bergaya Eropa pun terkadang bereksperimen dengan pola penalaan alternatif
Palu
Instrumen ini diberi sebutan "palu" (hammered) merujuk pada pemukul kecil (yang disebut palu) yang digunakan para pemain untuk memukul senar. Palu ini biasanya terbuat dari kayu (kemungkinan besar dari jenis kayu keras seperti mapel, ceri, padauk, ek, kenari, atau kayu keras lainnya), tetapi dapat juga dibuat dari bahan apa pun, termasuk logam dan plastik. Di belahan bumi Barat, palu yang digunakan biasanya bertekstur kaku, sedangkan di Asia, palu yang fleksibel lebih sering digunakan. Bagian kepala palu dapat dibiarkan polos tanpa pelapis untuk menghasilkan suara hentakan awal (attack) yang tajam, atau dapat dilapisi dengan pita perekat, kulit, atau kain untuk menghasilkan suara yang lebih lembut. Palu bermuka dua juga tersedia. Kepala pada palu bermuka dua ini biasanya berbentuk oval atau bulat. Sering kali, satu sisi dibiarkan berupa kayu polos sementara sisi lainnya dilapisi kulit atau bahan yang lebih lembut seperti piano.
Beberapa pemain tradisional pernah menggunakan palu yang sangat berbeda dari yang lazim digunakan saat ini. Paul Van Arsdale (1920–2018), seorang pemain dari wilayah utara New York, menggunakan palu fleksibel yang terbuat dari bilah gergaji besi, dengan balok kayu berlapis kulit yang dipasang pada ujungnya (palu ini dibuat meniru model palu yang digunakan oleh kakeknya, Jesse Martin). Pemain asal Irlandia, John Rea (1915–1983), menggunakan palu dari kawat baja tebal, yang ia buat sendiri dari jari-jari roda sepeda bekas yang dibalut dengan benang wol. Billy Bennington (1900–1986), seorang pemain dari Norfolk, Inggris, menggunakan palu dari rotan yang diikat dengan wol.
Piano, layaknya dulsimer, menggunakan mekanisme pukulan palu untuk memukul senarnya.
Variasi dan adaptasi
Berbagai versi dulsimer palu, yang masing-masing memiliki cara pembuatan dan gaya bermain yang khas, digunakan di seluruh dunia:
- Afganistan – santur
- Austria – Hackbrett
- Bangladesh – santoor
- Belarus – tsymbaly (цымбал)
- Belgia – hakkebord
* Brasil – salterio * Kamboja – khim
- Tiongkok – yangqin (扬琴, sebelumnya 洋琴)
* Kroasia – cimbal, cimbale, cimbule * Republik Ceko – cimbál * Denmark – hakkebræt * Prancis – tympanon * Jerman – Zymbal, Hackbrett * Yunani – Σαντούρι
- Hungaria – cimbalom
* India – Santoor * Iran – santur * Irak – santur * Irlandia – tiompan * Israel – דולצימר פטישים
- Italia – salterio
* Jepang – darushimaa (ダルシマー) * Korea – yanggeum (양금) * Laos – khim * Latgalia (Latvia) – cymbala * Latvia – cimbole * Lituania – cimbalai, cimbolai * Meksiko – salterio * Mongolia – yoochin (ёочин atau ёчин)
- Belanda – hakkebord
* Norwegia – hakkebrett * Pakistan – santoor * Polandia – cymbały * Portugal – salterio * Rumania – țambal * Rusia – цимбалы, dultsimer (дульцимер) * Serbia – santur (сантур) * Slowakia – cimbal * Slovenia – cimbale, oprekelj * Spanyol (dan negara-negara berbahasa Spanyol) – salterio, dulcémele * Swedia – hackbräde, hammarharpa * Swiss – Hackbrett * Thailand – khim * Turki – santur
- Tibet – rgyud-mang atau yangzi (རྒྱུད་མང་, harfiah: "banyak senar")
* Ukraina – tsymbaly (цимбали) * Uzbekistan – chang * Vietnam – đàn tam thập lục (harfiah: "36 senar")
- Yiddish (Yahudi Ashkenazi) – tsimbl
Bacaan lebih lanjut
- Gifford, Paul M. (2001), The Hammered Dulcimer: A History, The Scarecrow Press, Inc. ISBN 0-8108-3943-1. A comprehensive history of the hammered dulcimer and its variants.
- Kettlewell, David (1976), The Dulcimer, PhD thesis. History and playing traditions around the world; web-version at https://web.archive.org/web/20110717071302/http://www.new-renaissance.net/dulcimer.
Referensi
- ^ "Definition of Dulcimer". Merriam-Webster. Diakses tanggal 29 July 2012.
- ^ Groce, Nancy. The Hammered Dulcimer in Am Washington, DC: Smithsonian, 1983, pp. 72-73.
- ^ Sadie, Stanley, ed. (1984). "Trombone". The New Grove Dictionary of Musical Instruments. Vol. 3. hlm. 631.
[caption on painting] Angels with trombone, dulcimer and pipe; detail from the fresco 'The Assumption of the Virgin' (late 15th century) by Filippino Lippi in the church of S. Maria sopra Minerva...Rome
- ^ Touma, Habib Hassan; Schwartz, Laurie (1995). The Music of the Arabs (Edisi New expanded ed). Portland (Or.): Amadeus press. ISBN 978-0-931340-88-8.
{{cite book}}: - ^ Gifford, Paul M. (2001-06-13). The Hammered Dulcimer (Edisi First). Lanham, Md. London: Scarecrow Press. ISBN 978-0-8108-3943-4.
- ^ "Explore Smithsonian". www.si.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-27.
- ^ "Hammered Dulcimer Strings & Tuning Schemes | Dusty Strings". manufacturing.dustystrings.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-27.
- ^ Rizzetta, Sam. "Luthier Spotlight Sam Rizzetta and Music, Dulcimer Sessions". Encyclopedia Smithsonian. Mel Bay.
- ^ Gifford, Paul M., The Hammered Dulcimer: A History, Lanham, Maryland: Scarecrow Press, 2001. Page 81.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
