Gin

Gin pelbagai jenama dijual di Itali.
Koktel Bee's Knees yang dibuat dengan gin, madu dan jus lemon.

Gin (disebut [gin atau jin]) ialah sejenis arak bercirikan rasa yang tersendiri daripada penambahan sejenis beri khas dari spesies arar Juniperus communis.[1][2] Ia adakala menjadi bahan utama dalam arak campuran atau "koktel" tertentu seperti martini, gin pahit atau gin and tonic.

Minuman keras ini asalnya daripada sejenis arak digunakan untuk tujuan berubat di Belanda dan Belgium iaitu jenever sebelum dikembangkan lanjut di United Kingdom setelah diperkenalkan berikutan Revolusi Gemilang 1688 dicetuskan William I dari Orange yang menyebabkan sekatan berdagang arak dengan Kerajaan Perancis.

Pembuatan

Selain minyak dari buah pohon arar, gin juga dicampurkan dengan minyak berasaskan rempah-ratus seperti adas manis,karawai, biji ketumbar, kulit limau, akar manis, kayu manis, dan pelaga.

Jenis

Menurut cara pembuatannya, gin dibahagi menjadi dua jenis:

  • Gin distilasi (distilled gin) - gin hasil penyulingan arak minuman beralkohol rasa tawar (spirit) yang dicampur air, dan diberi aroma buah arar serta rempah-rempah.[3]
  • Gin campur (compound gin) - gin tawar yang dicampur air, aroma buah arar, serta minyak rempah-rempah, namun tidak melalui proses distilasi.[3]

Gin biasanya tidak diminum terus melainkan diminum sebagai koktel. Jenis gin yang umum dipakai untuk koktel adalah gin jenis London dry yang berkadar alkohol tinggi. hasil penyulingan dari arak rasa tawar yang dicampur dengan rempah-rempah serta disuling ulang dalam tong-tong khas.

Sejarah

Gin berasal dari minuman keras asal Belanda yang diciptakan Dr. Franciscus de le Boë (alias Dr. Sylvius) dari Universiti Leiden pada tahun 1650.[3] Mulanya Dr. Sylvius sedang mencari akal untuk memberi ubat dalam dos yang tepat untuk penghidap sakit ginjal. Beliau mencampurkan minyak buah pohon arar dengan minuman beralkohol hasil fermentasi bijirin. Hasilnya berupa diuretik murah yang disebutnya jenever dari bahasa Perancis genévrier yang bererti pohon arar.

Minyak buah arar diketahui memiliki khasiat perubatan, di antaranya penambah nafsu makan, memiliki kesan sedatif dan mengurangkan sakit kepala.[4]

Rujukan

  1. ^ E.U. Definitions of Categories of Alcoholic Beverages 110/2008, M(b), 2008
  2. ^ Definitions ("Standards of Identity") for Distilled Spirits, Title 27 of the U.S. Code of Federal Regulations, Chapter 1, Part 5, Section 5.22 ,(c) Class 3
  3. ^ a b c Ranken, M.D. (1997). Food Industries Manual. Springer. m/s. 269. ISBN 0-7514-0404-7. Cite has empty unknown parameter: |coauthors= (bantuan)
  4. ^ Deegan, Grant (1999). "From the bathtub to the boardroom: gin and its history". MY2K: Martini 2000. 1 (1). Diarkibkan daripada yang asal pada 2004-10-22. Dicapai pada 2020-06-08. Unknown parameter |month= ignored (bantuan)

Pautan luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.