Tari Bagandut
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Tari Bagandut adalah tarian tradisional masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan, Indonesia. Tarian ini merupakan kesenian rakyat yang berkembang sejak abad ke-19 dan memiliki fungsi sebagai hiburan dalam kegiatan sosial masyarakat.[1] Tari Bagandut dikenal luas di wilayah Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan sekitarnya.
Asal-usul dan Perkembangan
Tari Bagandut diperkirakan muncul pada masa Kerajaan Banjar sebagai bentuk hiburan rakyat di luar lingkup keraton. Kata bagandut atau gandut dalam bahasa Banjar diartikan sebagai menari atau penari perempuan. Pada masa awal, penari gandut sering diundang dalam pesta pernikahan, khitanan, panen raya, dan kegiatan sosial lain sebagai simbol kegembiraan masyarakat.[2]
Pertunjukan Bagandut umumnya dilakukan pada malam hari dengan diiringi musik tradisional. Di masa lampau, beberapa penari perempuan juga diyakini memiliki pengetahuan tradisional seperti doa atau jampi sebagai bagian dari perlindungan diri selama pertunjukan. Unsur-unsur ini menunjukkan bahwa tarian Bagandut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki latar kepercayaan yang terkait dengan adat Banjar lama.[3]
Seiring dengan perubahan nilai sosial dan keagamaan di masyarakat, pertunjukan Bagandut mengalami transformasi bentuk menjadi tarian rakyat murni yang lebih berorientasi pada aspek estetika dan budaya.[2]
Bentuk dan Unsur Pertunjukan
Tari Bagandut biasanya dibawakan secara berpasangan antara penari laki-laki dan perempuan. Gerakannya bersifat dinamis, improvisatif, dan menonjolkan interaksi antarpenari. Beberapa bagian gerak menggambarkan keakraban, godaan, atau percakapan simbolik antara pasangan penari.[4]
Iringan musik terdiri atas alat musik tradisional Banjar seperti babun,[5] gong, dan biola Banjar,[6] disertai lagu-lagu khas seperti Mandung-Mandung, Mangandangan, dan Karuncungan.[7] Iringan lagu ini menentukan tempo dan suasana pertunjukan.
Penari perempuan mengenakan busana khas Banjar berupa baju kurung atau kebaya sederhana dengan kain sasiranganatau sarung Banjar, sedangkan penari laki-laki memakai baju lengan panjang, celana longgar, dan laung (ikat kepala). Tata rias menonjolkan ekspresi ceria dan penuh energi.[2]
Fungsi dan Nilai Budaya
Pada awalnya, Tari Bagandut berfungsi sebagai hiburan rakyat yang menjadi sarana berkumpul dan bersosialisasi antarwarga. Dalam beberapa komunitas, tarian ini juga memiliki nilai simbolik sebagai wujud ungkapan kegembiraan dan semangat kebersamaan. Tari Bagandut mencerminkan dinamika sosial masyarakat Banjar yang terbuka, komunikatif, dan menghargai seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan berpasangan dalam tarian ini dianggap sebagai simbol keseimbangan antara laki-laki dan perempuan serta harmoni sosial.[8]
Pelestarian
Seiring perubahan nilai sosial dan munculnya hiburan modern, Tari Bagandut sempat mengalami penurunan eksistensi. Namun, beberapa sanggar seni di Kalimantan Selatan melakukan revitalisasi dengan menampilkan versi adaptif tarian ini pada festival budaya daerah dan pendidikan kesenian di sekolah. Pemerintah daerah dan komunitas budaya telah mengusulkan Tari Bagandut sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, untuk melestarikan keberadaannya sebagai bagian dari identitas budaya Banjar.[9]
Referensi
- ^ https://senibudayasia.blogspot.com/2016/10/tari-bagandut-tarian-banjar-dan-misteri.html
- ^ a b c https://intisari.grid.id/read/033967678/bagandut-kesenian-tradisional-kalimantan-selatan-yang-hampir-punah
- ^ https://pariwisataindonesia.id/jelajah/tari-bagandut-di-kalimantan-selatan/
- ^ “Tari Bagandut.” Budaya Indonesia, 2017.
- ^ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 45
- ^ Arbain, Reza Perwira & Muhammad (2026-01-28). Seni Budaya Kalimantan Utara. Pustaka Ilmu. hlm. 34. ISBN 978-623-6225-68-4.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ Ensiklopedi tari Indonesia: Seri F-J. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 1985. hlm. 17.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ https://www.radigfamedia.online/2024/03/mengenal-lebih-jauh-eksistensi-tari.html
- ^ https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/10/12/bagandut-ditetapkan-sebagai-warisan-budaya-takbenda-seni-pertunjukan-tradisional-kabupaten-tapin
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.