Masjid di Perlis
Masjid di Perlis adalah masjid-masjid yang didirikan di wilayah Perlis, Malaysia. Ciri khas utama dari masjid-masjid di Perlis adalah penggunaan kubah dengan ornamen berbentuk runcing pada bagian puncaknya. Pemanfaatan utama dari masjid-masjid di Perlis adalah sebagai tempat ibadah, kegiatan dakwah sekaligus tempat berkumpul bagi muslim di Perlis. Sejak tahun 2019 M, beberapa masjid di Perlis juga dimanfaatkan oleh Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis untuk memperkenalkan adat-istiadat Perlis yaitu pemakaian tengkolok dan kebaya khas Perlis. Selain itu, terdapat masjid di Perlis yang telah menyediakan tempat istirahat dan tempat untuk tidur bagi para peziarah dan wisatawan misalnya Masjid Osmaniah Perlis di Kota Padang Besar.
Ciri khas
Ciri khas utama dari masjid-masjid di Perlis adalah penggunaan kubah sebagai bagian dari gaya arsitektur masjidnya. Perlis merupakan salah satu negeri di semenanjung Malaya selain Kedah yang memprakarsai penggunaan kubah pada bangunan dan merintis penggunaan kubah pada masjid di wilayah Malaysia.[1] Selama masa pemerintahan Malaya Britania Raya atas wilayah Perlis, masjid-masjid yang baru dibangun di Perlis menggunakan kubah yang pada bagian puncaknya terdapat ornamen berbentuk runcing dan menonjol ke luar. Penggunaan kubah runcing merupakan hasil peniruan oleh Pemerintah Malaya Britania Raya terhadap masjid-masjid yang didirikan oleh Kekaisaran Mughal di India.[2]
Pemanfaatan
Pemanfaatan utama dari masjid-masjid di Perlis adalah sebagai tempat ibadah bagi muslim. Selain itu, masjid-masjid di Perlis juga dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah dan tempat berkumpul untuk mempererat hubungan persaudaraan di antara muslim di Perlis.[3] Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) juga telah menetapkan beberapa masjid di Perlis sebagai lokawisata yang mengenalkan adat-istiadat Perlis kepada wisatawan. Program wisata yang telah diadakan oleh MAIPs berkaitan dengan adat-istiadat Perlis bernama Jejak Pelancongan Islam. Beberapa masjid yaitu Masjid Alwi, Masjid Al-Hussain dan Masjid Tuanku Syed Faizuddin Putra dijadikan sebagai lokasi perkenalan pemakaian tengkolok dan kebaya khas Perlis. Tengkolok khas Perlis disebut Tengkolok Putra Julang Darjat, sedangkan kebaya khas Perlis disebut kebaya Perlis. Pengenalan terhadap pemakaian Tengkolok Putra Julang Darjat pada masjid-masjid tersebut dimulai sejak tahun 2019 M. Sedangkan kebaya Perlis mulai diperkenalkan penggunaannya sejak tahun 2020 M.[4]
Salah satu masjid di Perlis yaitu Masjid Osmaniah Perlis telah menyediakan tempat istirahat dan tempat untuk tidur bagi para peziarah dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang Besar. Penyediaan tempat istirahat dan tempat tidur pada Masjid Osmaniah Perlis dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang sedang kesulitan mencari tempat untuk beristirahat setelah mengadakan kegiatan perbelanjaan pada kawasan wisata dan pusat perbelanjaan di Kota Padang Besar.[5]
Referensi
- ^ Vlatseas, S. (1990). A History of Malaysian Architecture (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Longman. hlm. 48. ISBN 978-997-1899-75-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Bloom, J. M., dan Blair, S. S., ed. (2009). Grove Encyclopedia of Islamic Art & Architecture: Three-Volume Set (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Oxford University Press. hlm. 440. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Noor, M. N. M., dan Hassan, H. (2018). Sirajul Muluk: Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) di Bawah Naungan Tiga Putera Jamalullail (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka. hlm. 318. ISBN 978-983-492-019-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Saad, Mazni, ed. (Agustus 2022). Perlis: Kembara Eko & Warisan, Seni dan Budaya dalam Sektor Pelancongan Mesra Muslim Perlis (PDF). Diterbitkan oleh Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs), Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), dan Kolej Universiti Islam Perlis (KUIPs). hlm. 1. ISBN 978-967-2771-10-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Ismail, S., Hassan, M.K., dan Rahmat, S. (2023). Islamic Social Finance: Waqf, Endowment, and SMEs (dalam bahasa Inggris). Northampton: Edward Elgar Publishing. hlm. 43. ISBN 978-1-80392-980-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.