Masjid Sayed Jamaluddin
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Sayed Jamaluddin Mosque | |
|---|---|
Masjid Sayed Jamaluddin (2008) | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Status keagamaan atau organisasi | (bekas) Masjid |
| Status | Tidak Aktif; (Reruntuhan) |
| Lokasi | |
| Lokasi | Distrik Hooghly, Benggala Barat |
| Negara | India |
| Arsitektur | |
| Gaya | Indo-Islam |
| Rampung | 936 H (1529/1530 M) |
| Spesifikasi | |
| Menara | Satu (partial ruins) |
| Bahan bangunan | Batu bata; terracotta |
Penetapan salah | |
| Nama resmi | Masjid & Makam |
| No. referensi | N-WB-70 |
Masjid Sayed Jamaluddin (Bengali: সৈয়দ জামালুদ্দিনের মসজিদ; Arab: مسجد سيد جمال الدين), adalah situs arkeologi bekas masjid yang terletak di kota kuno Saptagram di Distrik Hooghly, Benggala Barat.[1]
Masjid ini dibangun di masa pemerintahan Sultan Bengali, Nasiruddin Nasrat Shah atau Nasiruddin Nusrat Shah yang bertahta di Benggala pada tahun 1519 hingga tahun 1533 menggantikan ayahnya, seorang warga Afganistan, pendiri Dinasti Husain Shahi. Saat ini, bangunan bekas masjid ini menjadi Monumen Penting Nasional.[2]
Sejarah

Plakat kaligrafi Bahasa Arab yang terpasang di salah satu dinding masjid ini menceritakan bagaimana asal-usul masjid ini. Plakat itu terbagi 3 baris kaligrafi, dengan baris pertama merujuk pada kata "قَالَ اللّٰهُ تَعٰلَى" (qallahu ta'ala), artinya "Allah berfirman". Lalu dilanjutkan dengan surah At-Taubah ayat 18 yang artinya: "Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."[3]
Selanjutnya prasasti ini juga mengutip hadist tentang keutamaan membangun masjid. Dan terakhir, dituliskan mengenai asal-usul masjid ini yang artinya:[4]
"Masjid Jami ini dibangun pada masa pemerintahan raja yang adil, Abdul Muzaffar Nucrah (Nusrat) Shah, Sultan, putra Hussain Shah Sultan, Keturunan Husain, oleh Sayyid Jamal Din Hussain (Sayed Jamaluddin) yang terhormat, putra Sayyid Fakhruddin dari Amul, tempat berlindung para Sayyid, dan kemuliaan keturunan Taha (Nabi),—semoga Allah menjaganya di dunia dan iman,—selama bulan Ramadan yang penuh berkah, 936 (Mei, 1539)."[5]
Dari isi prasasti tersebut diketahui bahwa masjid ini merupakan masjid jami (masjid kecil). Sementara Amul atau Amol yang disebutkan dalam prasasti ini mengacu ke sebuah kota di Provinsi Mazandaran, Iran di dekat Laut Kaspia. Selain masjid di area ini juga terdapat tiga makam yaitu makam Sayed Fakhruddin, istrinya, dan kasimnya.[2]
Arsitektur
Masjid ini dibangun menggunakan batu bata dan dihiasi dengan ornamen yang mewakili elemen terakota dari arsitektur Indo-Islam di Benggala.[6]
Dari papan informasi yang terdapat di area ini, diketahui bahwa bagian dalam masjid ini terbagi menjadi tiga ruang dan akses ke dalamnya melalui tiga pintu di sisi Timur. Selain itu, masjid ini juga memiliki tiga mihrab dan menara di sudutnya.[7] Sementara bagian atap telah hilang. Masjid ini memiliki banyak hiasan berbentuk bunga dan ornamen-ornamen lainnya yang menambah keunikannya.[8]
Transkrip Lempengan di Makam
Di area makam, terdapat lempengan plakat kaligrafi Bahasa Arab yang terbuat dari batu basalt hitam. Lempengan itu diduga berasal dari dinding bagian dalam masjid.[9] Pada makam Sayed Fakhruddin, terdapat kaligrafi bertuliskan Surah At-Taubah Ayat 18, Surat Al-Jin ayat 1, hadist keutamaan membangun masjid, dan tulisan yang menyatakan bukti dan kesaksian mengenai sepak terjang Sultan Nasiruddin Nasrat Shah atau Nasiruddin Nusrat Shah dalam melindungi Islam dan kaum muslimin, do'a untuknya agar senantiasa kekuasaannya dapat lestari dan mengangkat derajat serta martabatnya. Selain itu, terdapat tulisan mengenai bangunan masjid ini yang artinya: "Masjid ini dibangun oleh Khan yang agung, mulia, dan terhormat yang bergelar Tariyat Khan. Semoga Allah melindunginya dari malapetaka akhir zaman dengan kebaikan dan karunianya yang sempurna. Pada tahun 861 (1457).[10]
Pada lempengan lainnya yang ditempatkan di area makam, terdapat tulisan kaligrafi Bahasa Arab bertuliskan nukilan dari Surah Al-Jin ayat 18, hadist mengenai keutamaan membangun masjid, dan kesaksian mengenai masa pemerintahan Sang Sultan, yang artinya: "....masjid ini dibangun pada masa pemerintahan raja yang adil dan liberal, Jalal-ulddin Abul Muzaffar Fath Shah, Sultan, putra Mahmud sang Sultan, semoga Tuhan melanggengkan kekuasaannya!" Selain itu, diceritakan juga mengenai sosok pembangun masjid yang artinya "Pembangun masjid agung dan mulia ini adalah penguasa pedang dan pena, Ulugh Majlis Nur, panglima dan Wazir distrik Sajla Mankhbad, kota yang dikenal sebagai Simlabad, dan Komandan Thanah Laobla, dan Mihrbak, Distrik dan Mahall (Perganah) Hadigar, — semoga Allah menjaganya di kedua alam! Ditulis pada tanggal 4 Muharram 892 [1 Januari 1487]. Ditulis oleh hamba yang rendah hati Akhund Malik."[11]
Pada bagian lainnya ditulis dalam bahasa Arab Persia yang bertuliskan nukilan Surat Al-Jumu'ah ayat 9 tentang salat Jum'at. Mengenai harta warisan yang disebutkan tidak boleh diambil kepemilikannya "Harta warisan tidak boleh diambil kepemilikannya." (terkait masjid), hadist mengenai bepergian di hari Jum'at, dan hadist tentang mengambil kepemilikan atas harta masjid dan harta warisan dengan jalan yang batil. Lalu disambung dengan sejarah pendirian masjid jami' ini. "....Masjid Jami ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan yang adil dan sempurna, Abul Muzaffar Sultan Nucrah Shah, putra Husain Shah, keturunan Husain, — semoga Allah mengabadikan kekuasaannya — dengan perlindungan Sayyidship, Sayyid Jamalud din Husain, putra Sayyid Fakhruddin dari Amul, selama bulan Ramazan, 936. [Mei, 1529 M]. Karena para Mullah dan Zamiudar (Arab), jika menipu warisan, akan terkena kutukan Allah, maka adalah tugas sungguh-sungguh (bajane) para gubernur dan qazi, untuk mencegah penipuan seperti itu, sehingga pada hari kiamat mereka tidak akan tertangkap dalam perbuatan jahat mereka.[12][13]
Dari papan informasi juga diketahui, saat ini, situs eks masjid ini berada di bawah pengawasan Archeological Survey of India yaitu salah satu badan di Kementerian Kebudayaan Pemerintah India.[14][15]
Gallery
-
Papan Informasi Situs
-
Pintu Masuk
-
Prasasti Pembangunan Masjid
-
Pilar-pilar
-
Ornamen pada terakota
-
Ornamen pada terakota
Referensi
- ^ Rajadhyaksha, P. L. Kessler and Abhijit. "Kingdoms of South Asia - Indian Kingdom of Bengal". The History Files (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ a b "পাতা:বাংলায় ভ্রমণ -দ্বিতীয় খণ্ড.pdf/৯৭ - উইকিসংকলন একটি মুক্ত পাঠাগার". bn.wikisource.org (dalam bahasa Bengali). Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ "File:Stone Plaque inscribed with Arabic scriptures at Sayed Jamaluddin Mosque in Saptagram.jpg - Wikipedia". commons.wikimedia.org (dalam bahasa Inggris). 2018-03-16. Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ "File:Stone Plaque inscribed with Arabic scriptures at Sayed Jamaluddin Mosque in Saptagram.jpg - Wikipedia". commons.wikimedia.org (dalam bahasa Inggris). 2018-03-16. Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ Dani, ahmad Hasan (1957). Asiatic Society Of Pakistan Vol-ii.
- ^ Gupta, Amitabha (2024-04-07). "Did You Know About The Terracotta Mosques Of Bengal?". Outlook Traveller (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ Mukherjee, Subhadip (2022-03-30). "Sayed Jamaluddin Mosque – Saptagram". Indian Vagabond (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ Das, Sayantan Goutam (2020-09-13). "Sayed Jamaluddin's Mosque – A Piece of Terracotta History". Via the Road (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-22.
- ^ Das, Sayantan Goutam (2020-09-13). "Sayed Jamaluddin's Mosque – A Piece of Terracotta History". Via the Road (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-23.
- ^ Bengal: past and present (Jany to June) vol.3 (dalam bahasa English). 1909. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ L.S.S. OʼMalley; Monmohan Chakravarty (1912). Bengal District Gazetteers: Hooghly. Calcutta, Bengal Secretariat Book Depot.
- ^ Hunter, W. w (1876). Statistical Account Of Bengal Vol.3.
- ^ Sanday, John, Frost, Alan, Smyth, John A., Lohuizen de Leeuw, Joan van, Antonio, Roberto (1983). "The Conservation and presentation of the ruins of the Buddhist Vihara at Paharpur and the historic mosque-city of Bagerhat: Bangladesh - (mission)". unesdoc.unesco.org. Diakses tanggal 2025-03-23. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "ASI, Kolkata Circle". www.asikolkata.in. Diakses tanggal 2025-03-23.
- ^ Michell, George (1993). "The Islamic heritage of Bengal". unesdoc.unesco.org. Diakses tanggal 2025-03-23.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

