Kluwih

Kluwih
Pohon Artocarpus camansi di Nueva Ecija, Filipina
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Moraceae
Genus: Artocarpus
Spesies:
A. camansi
Nama binomial
Artocarpus camansi
Sinonim[1]

Artocarpus leeuwenii Diels

Kluwih[2] atau keluih[a] (Artocarpus camansi) adalah nama sejenis pohon tanaman keras yang buahnya memiliki kulit keras dan berduri.[2] Buah kluwih mirip dengan buah sukun. Jika sukun memiliki kulit yang halus dan tidak berbiji, kluwih memiliki kulit yang berduri (seperti durian) dan memiliki biji.[3]

Nama Lokal

Kluwih memiliki nama lokal dalam Bahasa sunda kulur atau timbul. Dalam Bahasa Aceh, tanaman ini disebut kulu.[4] Dalam Bahasa Jawa, tanaman ini disebut kulur, kelur, kulor, atau kuror. Dalam bahasa Selayar, tanaman ini disebut Kuloro. Sedangkan bahasa Jawa dialek Banyumasan disebut Kluwih.[5]

Sejarah

Spesies ini pertama kali dideskripsikan dalam buku Flora de Filipinas : Según el sistema sexual de Linneo (1837) oleh ahli botani Spanyol, Francisco Manuel Blanco, menggunakan spesimen dari Filipina. Nama latin camansi berasal dari nama lokal tanaman ini dalam bahasa Tagalog, yaitu kamansi.[6]

Deskripsi

Pohon ini tersebar di wilayah tropis dan pasifik. Pohonnya memiliki tinggi sekitar 10 – 15 m atau lebih.[4] Pohon ini menghasilkan getah lengket berwarna putih susu pada permukaan batangnya. Kecepatan tumbuh pohon berkisar antara 0.5 - 1.5 m per tahun. Pohon mulai berbuah setelah 8 - 10 tahun. Setiap musim, satu pohon dapat menghasilkan 600 - 800 buah. Buah muda biasa dikonsumsi dengan cara dipotong tipis lalu direbus sebagai sayuran.[5]

Pemanfaatan

Buah kluwih dapat dioleh menjadi makanan, seperti sayur lodeh, jenang, abon, hingga emping. Di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, buah kluwih muda dimasak untuk sayur lodeh yang terkadang dicampur dengan bahan lain, seperti kacang panjang.[7][8] Biji kluwih ditumbuk, kemudian dijemur, untuk menghasilkan emping. Sementara itu, biji kluwih yang telah dimasak kemudian diblender dan diberi sedikit air. Setelah menjadi adonan, diberi campuran gula aren, santan, garam, dan tepung ketan. Setelah dimasak selama dua hingga empat jam, adonan akan mengental dan menghasilkan jenang. Daging buah kluwih yang disangrai dan diberi bumbu-bumbu dapat diolah menjadi abon.[9] Daging buah kluwih muda juga dapat digunakan sebagai pengganti nangka muda dalam pembuatan cubadak. Kayu dari tanaman Kluwih bisa dimanfaatkan untuk keperluan industri.[5]

Galeri

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. ^ "Artocarpus camansi Blanco". Plants of the World Online. The Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. n.d. Diakses tanggal August 23, 2020.
  2. ^ a b "KLUWIH - Uncategorized - - Sudarminto Setyo Yuwono" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-03-07.
  3. ^ Sukatiningsih (Desember 2005) Sifat Fisikokimia dan Fungsional Pati Biji Kluwih Jurnal Teknologi Pertanian Vol 6 No 3
  4. ^ a b Rosnani Nasution (2013) Didekilketon compunds from the leaves of Artocarpus camansi Blanco Proceedings of The 3rd Annual International Conference - Syiah Kuala University.
  5. ^ a b c Diane Ragone (April 2006) Artocarpus camansi The Breadfruit Institute - National Tropical Botanical Garden
  6. ^ Manuel Blanco (1837) Flora de Filipinas : Segun El Sistema Sexual de Linneo Manila : Imprenta de Sto. Thomas
  7. ^ Anggah. "Lodeh Kluwih Ternyata Jadi Menu Wajib untuk Sultan Jogja, Apa Alasannya?". detikjateng. Diakses tanggal 2025-10-07.
  8. ^ "Sayur Lodeh Kala Pageblug, Tradisi Jawa dalam Menolak Wabah". kumparan. Diakses tanggal 2025-10-07.
  9. ^ Agus Riyadi (28 Maret 2021) Di Kendal, Kluwih diolah Jadi Jenang, Abon dan Emping Gatra

Catatan kaki

  1. ^ menurut KBBI, kata "keluih" justru mengacu pada pohon sukun

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.