Candi Jepara

Candi Jepara adalah situs candi kuno yang terletak di Desa Jepara, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Candi ini pertama kali ditemukan dan dilaporkan oleh kontrolir Belanda, G.A. Schouten, pada tahun 1885. Candi Jepara terbuat dari batu andesit, berbeda dengan candi-candi lain di Sumatera yang umumnya berbahan bata merah.[1]

Karakteristik Arkeologis

Candi Jepara memiliki dimensi 8,3 x 9,7 meter dengan orientasi barat-timur. Bagian yang masih teridentifikasi dengan jelas adalah struktur kaki candi yang menampilkan profil dinding berbentuk ogiva (sisi genta) dan setengah lingkaran. Adanya goresan lengkung pada pintu masuk serta ketiadaan badan dan atap yang utuh mengindikasikan kemungkinan bahwa pembangunan candi ini tidak terselesaikan, sehingga diduga berbentuk teras terbuka tanpa bilik dalam maupun struktur atap.[2]

Berdasarkan analisis komparatif dengan candi-candi di Jawa Tengah seperti Candi Plaosan, Candi Sari, dan Candi Sambisari, Candi Jepara diperkirakan berasal dari periode abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Karakteristik bentuk kaki candi dengan hiasan ogiva dan setengah lingkaran menunjukkan ciri khas arsitektur candi periode awal di Indonesia.[2]

Sebagai salah satu bukti material peradaban Hindu-Buddha di kawasan Danau Ranau, Candi Jepara meskipun dalam kondisi reruntuhan dan diduga belum selesai dibangun, tetap memiliki nilai sejarah penting.[3] Perlu dicatat bahwa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terdapat Candi Angin sebagai peninggalan berbeda dari Kerajaan Kalingga, yang tidak berkaitan langsung dengan Candi Jepara di Sumatera Selatan.[4]

Penggunaan Batu Andesit pada Candi Jepara

Candi Jepara menggunakan batu andesit sebagai bahan utama pembangunannya. Pemilihan material ini didasarkan pada sifat fisik batu andesit yang memiliki daya tahan tinggi terhadap faktor cuaca dan waktu, suatu karakteristik penting untuk struktur bangunan monumental seperti candi yang dirancang untuk bertahan dalam jangka panjang.[butuh rujukan]

Batu andesit merupakan jenis batuan beku vulkanik dengan ciri khas warna abu-abu kehitaman, struktur padat, dan tekstur halus. Sifat-sifat ini memberikan beberapa keunggulan:[butuh rujukan]

  1. Ketahanan terhadap proses erosi
  2. Resistensi terhadap pertumbuhan organisme seperti jamur dan lumut
  3. Permukaan yang memiliki sifat anti-selip ketika diaplikasikan sebagai lantai atau dinding

Karakteristik unggul tersebut menjadikan batu andesit sebagai material pilihan utama dalam pembangunan berbagai candi kuno di Indonesia.[5][6][7]

Referensi

  1. ^ "Atraksi Pariwisata di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan". sisparnas.kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2025-06-19.
  2. ^ a b Author, Direktorat Pelindungan Kebudayaan (21 Januari 2016). "Candi Jepara di Ogan Komering Ulu". Diakses tanggal 19 Juni 2025.
  3. ^ "Candi Jepara Batu Kebayan Salah Satu Bukti Keberadaan Peradaban Maju di Ranau Zaman Dahulu". sumsel.kejarfakta.co. Diakses tanggal 2025-06-19.
  4. ^ "Berada di Ketinggian 1.200 Mdpl, Ini 3 Fakta Menarik Candi Angin di Jepara". merdeka.com. 2021-09-23. Diakses tanggal 2025-06-19.
  5. ^ Rousthesa, Desfira Ramadhania; Munandar, Agus Aris (2024-09-02). BAB 4 Penggunaan Balok Batu pada Konstruksi Candi Perwara (Studi Kasus Candi Perwara Sewu Deret I No. 26 dan Candi Perwara Plaosan Lor Deret II No. 29). Penerbit BRIN. ISBN 978-623-8372-95-9.
  6. ^ Liputan6.com (2022-02-09). "Mengenal Batu Andesit, dari Asal Muasal hingga Keunggulannya". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-06-19. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  7. ^ "4 Keunggulan Batuan Andesit sebagai Bahan Bangunan". Tempo. 10 Februari 2022 | 15.17 WIB. Diakses tanggal 2025-06-19.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.