Seruling hidung


Seruling hidung ialah sejenis alat muzik yang popular di Sabah dan Sarawak di Malaysia,[1], Polynesia dan negara-negara Lingkungan Pasifik. Versi-versi lain terdapat di Afrika, China dan India.
Sarawak
Kaum Kayan dan Kenyah memainkan alat seruling hidung yang dikenali sebagai selengut, sangui ataupun turali. Alat muzik tradisional ini dimainkan dalam ensembel muzik yang termasuk gong dan gendang, yang mengiringi penceritaan tradisional kaum tersebut. Selengut lazimnya digunakan sebagai alat muzik solo. [2][3]

Filipina
Di Filipina pitung ilong (seruling hidung dalam bahasa Tagalog) atau kalaleng' dimainkan dengan menggunakan hujung hidung di sebelah kanan atau kiri. Oleh sebab kalaleng panjang dan mempunyai garis pusat dalaman yang kecil, ia dapat dimainkan dengan harmonik berlainana; justeru seruling ini dapat dimainkan dalam lingkungan dua setengah oktaf.
New Zealand
Kaum Maori mengukir nguru daripada kayu, batang labu, dan gigi ikan paus. Nguru lazimnya dihiaskan dengan ukiran rumit kerana ia dianggap objek suci. Walaupun nguru digelar seruling hidung, hanya alat yang kecil dapat dimainkan dengan hidung; alat yang besar lazimnya dimainkan dengan mulut.
Hawaii
Di Hawaii, seruling hidung lazim digunakan sebagai alat meminang.[4]
Alat dibuat daripada sebahagian buluh dan mempunyai satu lubang untuk nafas dan dua atau tiga lubang untuk not. Panjang alat dalam lingkaran 10–21 inci (250–530 mm).
Mahupun alat ini merupakan alat meminang, ia juga digunakan bersama-sama sorakan, lagu, dan tarian hula.[5]
Afrika
Seruling hidung dimainkan oleh lapan kumpulan etnik di Congo[6]
Lihat juga
Nota
- ^ The Harvard Dictionary of Music
- ^ The Harvard Dictionary of Music
- ^ Garland Encyclopedia of World Music
- ^ Nona Beamer lectures
- ^ Emerson 1965
- ^ Grove's Dictionary of Musical Instruments, 1984 edition.
Pautan luar
- `Ohe Hano Ihu Diarkibkan 2012-04-26 di Wayback Machine page in Ka`ahele Hawai`i on traditional Hawaiian nose flute
- Hawaiian nose flute - 'Ohe hano ihu sound clip performed by Ranga Pae
- Samples at the whistle museum. Diarkibkan 2012-01-15 di Wayback Machine
- Māori Nguru in the collection of the Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa
- Noseflute.org - Blog dedicated to modern nose flutes| ]]
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.