Curang

Kecurangan (kata dasar: curang) atau keselingkuhan/perselingkuhan (kata dasar: selingkuh [sĕ-ling-kuh][1]) difahamkan sebagai tindakan melanggar persetiaan hubungan emosi atau seks yang terjalin bersama pasangan secara khusus atau eksklusif sesama mereka[2] tanpa rasa jujur si pelaku kepada pasangan tersebut[3]:maksud I sehingga mengakibatkan perasaan marah, cemburu, dan persaingan.[4]

Kesan dampak

Secara emosi

Keterlibatan seseorang dalam mengkhianati hubungan intim dengan pasangan boleh mendatangkan seberapa kesan mendalam apabila kegiatan tersebut diketahui:[5]

  • Rasa malu muncul sebagai akibat perasaan terhina dan direndahkan, malah menyangka diri sebagai penyebab pencurangan lalu meningkatnya kemungkinan mencari-cari kesalahan dalam diri sendiri tanpa disedari.
  • Kebuntuan fikiran kerana menghadapi situasi yang menjejaskan keutuhan hubungan yang terjalin sesama diri
  • Kekesalan yang muncul berikutan rasa kecewa diri terhadap ketidaksetiaan pasangan sampai melakukan tindakan curang sedemikian

Aspek undang-undang

Tindakan pencurangan yang disaksikan pasangan atau orang kenalan mampu memberi kesan utama kepada penelitian dan pemberian keputusan dalam mengurus kes-kes cerai termasuk pampasan harta warisan, penjagaan anak-anak hasil hubungan bersama, kelayakan mendapat alimoni dan sebagainya.

Pandangan mengikut agama

Agama Islam

Agama Kristian

Mazhab Katolik
Mazhab Protestan

Lihat juga

Nota

  1. ^ "'selingkuh' - Maklumat Kata". Pusat Rujukan Persuratan Melayu. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Dicapai pada 14 Januari 2020.
  2. ^ Weeks, Gerald R; Gambescia, Nancy; Jenkins, Robert E (2003). Treating Infidelity: Therapeutic Dilemmas and Effective Strategies. New York: W.W. Norton & Co. m/s. ix. ISBN 978-0-393-70388-7. OCLC 52838917.CS1 maint: ref=harv (link)
  3. ^ "'curang' - Maklumat Kata". Pusat Rujukan Persuratan Melayu. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Dicapai pada 14 Januari 2020.
  4. ^ "Effects of sex, sexual orientation, infidelity expectations, and love on distress related to emotional and sexual infidelity". Journal of Marital and Family Therapy. 40 (1): 68–91. 2012. doi:10.1111/j.1752-0606.2012.00331.x. PMID 25059413.
  5. ^ Merdeka. Emosi Akibat Perselingkuhan

Bacaan lanjut

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.