Capal

Capal merupakan alas kaki tradisional bagi orang Melayu. Tetapi kini, ia tidak lagi popular dan tidak digunakan secara meluas. Capal yang menjadi sebahagian daripada warisan Melayu kini semakin dilupai oleh masyarakat sekarang terutama dalam kalangan generasi muda. Mengimbau sejarah capal, ia dikatakan dibawa oleh pedagang India yang memakai selipar jenis tersebut ketika mereka datang ke Tanah Melayu dan Nusantara beratus tahun lampau.
Capal kemudian menjadi popular dalam kalangan bangsawan Melayu pada satu masa dahulu, malah ia kekal dipakai dalam kehidupan seharian pada era 1980-an.[1]
Lihat juga
Rujukan
- ^ "Capal di Utusan Melayu". Diarkibkan daripada yang asal pada 2016-06-23. Dicapai pada 2016-05-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.