BVRAAM
Peluru berpandu melangkaui julat penglihatan (BVRAAM) merujuk pada sejenis peluru berpandu udara ke udara yang mampu menembak pada jarak 20 nmi (37 km) atau lebih. Jarak ini boleh dicapai dengan menggunakan motor roket denyut duaan atau motor roket pelonjak dan motor penopang ramjet.
Selain keupayaan jarak, peluru berpandu ini juga mesti boleh menjejak sasarannya pada jarak ini atau menjejak sasaran semasa dalam penerbangan. Sistem di mana pembetulan semasa penerbangan dihantar kepada peluru berpandu akan digunakan.
Kritikan
Keberkesanan peluru berpandu udara ke udara BVR banyak dikritik. Peningkatan kadar kejayaan dalam pertempuran menggunakan BVR dalam Operasi Desert Storm mungkin banyak bergantung pada faktor-faktor lain seperti bantuan AWACS, sistem NCTR pada F-15C, selain ketidakcekapan pihak musuh. Satu isu utama pada BVR adalah teknologi IFF (Identification friend or foe) yang tidak boleh diharap.[1][2]
Pada tahun 2015, Komander Pasukan Udara Tentera Laut Amerika Syarikat Vice Adm. Mike Shoemaker memetik penderia lakuran dalam pesawat pejuang generasi kelima Lockheed Martin F-35 Lightning II adalah satu cara untuk "membawa keupayaan ID jarak jauh dan kemudian berkongsi maklumat tersebut" dengan platform-platform lain.Templat:Vague[3]
Galeri
-
AMRAAM merupakan peluru berpandu BVR yang banyak digunakan.
-
Astra Mk.1 dalam pameran statik.
Lihat juga
- Peluru berpandu melangkaui ufuk penglihatan
- AAM-4
- AIM-7 Sparrow
- AIM-54 Phoenix
- AIM-120 Advanced Medium Range Missile
- Astra (peluru berpandu)
- Bozdoğan (peluru berpandu)
- Derby
- K-100 (peluru berpandu)
- Meteor (peluru berpandu)
- MICA (peluru berpandu)
- Novator KS-172
- PL-12 (SD-10)
- PL-21
- Python (missile)
- R-27 (peluru berpandu udara ke udara)
- R-33 (peluru berpandu)
- R-37 (peluru berpandu)
- R-40 (peluru berpandu)
- R-77
- R-Darter
- Sky Sword I
- Skyflash
Rujukan
- ^ Higby, Patrick (30 March 2005). "Promise and Reality: Beyond Visual Range (BVR) Air-To-Air Combat" (PDF). Maxwell AFB: Air War College. Dicapai pada 7 September 2015.
- ^ Sprey, Pierre (2011). "Evaluating Weapons: Sorting the Good from the Bad". Dalam Wheeler, Winslow (penyunting). The Pentagon Labyrinth. Center for Defense Information. m/s. 105, 106. ISBN 978-0-615-44624-0. Dicapai pada 7 September 2015.
- ^ Fuentes, Gidget (9 June 2015). "Navy Air Boss: F-35C Advanced Sensors, Situational Awareness a 'Game-Changer'". news.usni.org. USNI. Dicapai pada 9 June 2015.
- ^ Mizokami, Kyle (2016-01-28). "Revealed: Japan's New Fighter Prototype". Popular Mechanics (dalam bahasa Inggeris). Dicapai pada 2020-04-29.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.