Abraham
Abraham | |
|---|---|
Abraham hampir mengorbankan Ishak. Lukisan oleh Charles de Steuben. | |
| Kelahiran | Abad ke-2 milenium SM (tradisi) |
| Meninggal dunia | tidak diketahui (tradisi) |
Abraham dalam agama Kristian merupakan tokoh penting yang dihormati sebagai bapa orang beriman (Father of Faith). Kisahnya terdapat dalam Perjanjian Lama (Kitab Kejadian) dan dihuraikan semula dalam Perjanjian Baru sebagai teladan iman dan ketaatan kepada Tuhan. Melalui keturunannya, Abraham digambarkan sebagai bahagian penting dalam rencana keselamatan yang mencapai kemuncak dalam diri Yesus Kristus.
Peranan dalam Kitab Kejadian
Menurut Kitab Kejadian, Abraham dipanggil oleh Tuhan untuk meninggalkan negerinya di Ur-Kasdim dan menuju ke tanah yang dijanjikan (Kejadian 12). Tuhan berjanji bahawa Abraham akan menjadi "bapa kepada banyak bangsa" (Kejadian 17:5). Walaupun isterinya Sarah mandul, Abraham tetap mempercayai janji tersebut, dan melalui mereka lahirlah Ishak.
Teladan iman
Dalam Surat Roma (Roma 4:3), Rasul Paulus menyatakan bahawa iman Abraham kepada Tuhan "diperhitungkan sebagai kebenaran". Surat Ibrani 11:8–12 pula menegaskan bahawa Abraham menaati panggilan Tuhan meskipun tidak mengetahui ke mana dia akan pergi.
Ujian terbesar iman Abraham ialah ketika Tuhan meminta agar dia mempersembahkan anaknya Ishak di Gunung Moria (Kejadian 22). Kesediaan Abraham untuk mengorbankan Ishak dianggap sebagai lambang ketaatan penuh kepada kehendak Tuhan.
Abraham dan Yesus
Dalam Injil Matius (Matius 1:1–17), silsilah Yesus dimulakan dengan Abraham, menunjukkan kedudukannya yang penting dalam sejarah keselamatan. Yesus sendiri menyebut Abraham sebagai bapa rohani umat beriman (Yohanes 8:39). Dalam teologi Kristian, pengorbanan hampir dilakukan terhadap Ishak dilihat sebagai gambaran (prefigurasi) kepada pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Simbol dalam teologi Kristian
Abraham dianggap sebagai simbol iman sejati yang mendahului hukum Taurat. Paulus menekankan bahawa pembenaran (justification) datang melalui iman, dengan Abraham sebagai contoh utama (Galatia 3:6–9). Gereja juga memahami kisah Abraham sebagai asas hubungan antara Tuhan dengan umat beriman yang disempurnakan melalui Kristus.
Lihat juga
Rujukan
- Alkitab, Kejadian 12–25.
- Alkitab, Roma 4.
- Alkitab, Ibrani 11.
- Alkitab, Galatia 3.
- Alkitab, Yakobus 2.
- Brown, Raymond E. An Introduction to the New Testament. Yale University Press, 1997.
- Wright, N.T. Paul and the Faithfulness of God. Fortress Press, 2013.
- Tokoh Perjanjian Lama
- Yesus dalam Kekristenan
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.