Teh secang

Secang adalah tanaman perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 10 meter. Tanaman ini telah dikenal sejak era Kerajaan Majapahit dan memiliki peranan penting di Sumatera Selatan pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Dahulu, minuman teh secang menjadi minuman istimewa yang hanya dinikmati oleh para raja di Kerajaan Sriwijaya. Selain sebagai minuman kebanggaan kerajaan, teh secang juga digunakan sebagai ramuan tradisional untuk pengobatan serta menjaga kehangatan tubuh.

Teh secang dibuat dengan menyeduh irisan tipis kayu secang, menghasilkan warna merah alami yang tampak segar dan menggugah selera. Minuman ini memiliki rasa yang khas, yaitu perpaduan antara manis dan sedikit asam, dengan aroma harum yang menenangkan. Warna merah yang dihasilkan dari kayu secang menjadi daya tarik tersendiri, membuat minuman ini terlihat unik dan menarik untuk dikonsumsi.

Penyebutan "teh" pada teh secang bukan karena berasal dari daun teh, melainkan karena warna yang dihasilkan setelah diseduh menyerupai teh pada umumnya. Hingga kini, teh secang masih dapat dengan mudah ditemukan di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Salah satu tempat yang cukup populer untuk menikmati minuman tradisional ini adalah Lorong Basah Pasar 16 Ilir Palembang, di mana pedagang biasanya menyajikannya pada pagi dan sore hari.

Selain dikenal sebagai minuman tradisional yang menyegarkan, teh secang juga semakin diminati karena manfaat kesehatannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu secang mengandung antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas. Oleh karena itu, teh secang tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga semakin dilirik sebagai minuman herbal yang menyehatkan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, teh secang berpotensi untuk lebih dikembangkan dan diperkenalkan ke pasar yang lebih luas, baik dalam negeri maupun internasional.[1]

Referensi

  1. ^ Situmorang, Evelyn Shinta. "5 Minuman Khas Sumatera Selatan yang Menyegarkan dan Wajib Dicoba!". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-02-22.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.