Stres kerja
Stres kerja adalah stres psikologis yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang. Stres kerja mengacu pada kondisi kronis. Stres kerja dapat dikelola dengan memahami kondisi stres di tempat kerja dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut.[1] Stres kerja dapat terjadi ketika pekerja tidak merasa didukung oleh supervisor atau rekan kerja, merasa seolah-olah mereka memiliki sedikit kendali atas pekerjaan yang mereka lakukan, atau menemukan bahwa upaya mereka di tempat kerja tidak sepadan dengan imbalan pekerjaan.[2] Stres kerja menjadi perhatian bagi karyawan dan pemberi kerja karena kondisi pekerjaan yang penuh tekanan terkait dengan kesejahteraan emosional karyawan, kesehatan fisik, dan kinerja pekerjaan.[3] Organisasi Kesehatan Dunia dan Organisasi Perburuhan Internasional melakukan sebuah penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan jam kerja yang panjang, beroperasi melalui peningkatan stres kerja psiko-sosial. Ini adalah faktor risiko pekerjaan dengan beban penyakit terbesar yang dapat diatribusikan, menurut perkiraan resmi yang menyebabkan sekitar 745.000 pekerja meninggal karena penyakit jantung iskemik dan stroke pada tahun 2016.[4]
Sejumlah disiplin ilmu dalam psikologi berkaitan dengan stres kerja termasuk psikologi kesehatan kerja,[5] faktor manusia dan ergonomi, epidemiologi, kedokteran kerja, sosiologi, psikologi industri dan organisasi, dan teknik industri.[6][7]
Teori


Sejumlah teori psikologi [8][9][10] setidaknya sebagian menjelaskan terjadinya stres kerja. Teori-teori tersebut meliputi model permintaan-kontrol-dukungan, model ketidakseimbangan usaha-hadiah, model kesesuaian orang-lingkungan, model karakteristik pekerjaan, model stres diatesis, dan model sumber daya permintaan pekerjaan.
Dampak
Pegawai
- Fisiologis: tekanan darah tinggi, peningkatan denyut jantung, gangguan pernapasan, ketegangan otot, masalah pencernaan, peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan penuaan dini.[11][12][13][14] Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu fungsi sistem imun sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, stres dapat memengaruhi regulasi hormon seperti kortisol yang berperan dalam metabolisme dan respons tubuh terhadap ancaman. Dalam jangka panjang, kondisi ini menurunkan ketahanan fisik dan kemampuan tubuh untuk melakukan pemulihan.
- Psikologis/Emosional: kecemasan, depresi, harga diri menurun, gangguan tidur, penurunan kepuasan kerja dan hidup, serta burnout.[11][12][13][14][15] Stres juga dapat mengganggu kemampuan konsentrasi dan proses pengambilan keputusan individu. Ketidakstabilan emosional yang berkelanjutan dapat memicu konflik interpersonal di lingkungan kerja. Jika tidak ditangani, dampak psikologis ini dapat menghambat produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.
- Perilaku: penurunan kinerja, absensi, turnover tinggi, kecelakaan kerja, penyalahgunaan zat, dan gangguan komunikasi.[12][14][15] Perubahan perilaku ini sering muncul sebagai mekanisme coping yang tidak sehat akibat tekanan kerja yang terus-menerus. Kebiasaan buruk seperti merokok berlebihan atau konsumsi alkohol dapat memperburuk kondisi fisik dan mental. Selain itu, perilaku berisiko dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman dan mengurangi efektivitas tim.
Organisasi
- Penurunan produktivitas dan efisiensi kerja.[16][12][15][17] Stress yang berkepanjangan dapat mengganggu kemampuan konsentrasi dan pengambilan keputusan karyawan. Kondisi ini juga berdampak pada menurunnya kualitas kerja dan meningkatnya kesalahan dalam proses operasional. Akibatnya, organisasi harus mengalokasikan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk memperbaiki hasil kerja yang tidak optimal.
- Meningkatnya biaya akibat absensi, klaim kompensasi, dan turnover.[18][11][15][19] Absensi yang tinggi memaksa organisasi menanggung biaya pengganti sementara atau lembur bagi karyawan lain. Tingginya tingkat turnover juga menambah beban biaya rekrutmen dan pelatihan pegawai baru. Selain itu, tuntutan kompensasi terkait kesehatan atau kecelakaan kerja dapat mengurangi anggaran operasional organisasi.
- Kerugian ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global.[11][19] Stress kerja berdampak pada menurunnya produktivitas agregat yang kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi. Biaya kesehatan dan kehilangan jam kerja akibat stress juga menambah beban negara dan perusahaan. Pada skala global, akumulasi kerugian ini dapat mengurangi daya saing tenaga kerja dan memengaruhi stabilitas pasar tenaga kerja.
Dimensi dan indikator
Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, Stres kerja diukur menggunakan beberapa dimensi maupun indikator. Berbagai instrumen dan penelitian telah mengidentifikasi sejumlah dimensi stres kerja, yang dapat berbeda tergantung pada konteks pekerjaan dan alat ukur yang digunakan. Berikut adalah dimensi-dimensi stres kerja yang dipakai dalam berbagai penelitian; Setiap dimensi stres kerja diukur melalui berbagai indikator spesifik, yang dapat berupa pernyataan atau item dalam kuesioner, data perilaku, maupun analisis kata kunci.
- Workload/Work Overload: Merujuk pada kuantitas pekerjaan dan persepsi kekurangan sumber daya untuk menyelesaikan tugas, termasuk tekanan intensitas kerja dan beban kerja yang tinggi[20][21][22]
- Frekuensi lembur, tekanan waktu, tenggat waktu, tingkat pengulangan tugas, dan intensitas kerja[20]
- Role Ambiguity dan Role Conflict: Ketidakjelasan ekspektasi peran serta konflik tuntutan pekerjaan dari atasan atau organisasi[22][23]
- Ketidakjelasan tanggung jawab, konflik tuntutan dari atasan, dan ambiguitas peran[23]
- Control/Decision Latitude: Tingkat kendali atau otonomi dalam pengambilan keputusan terkait pekerjaan[24][25][26]
- Partisipasi dalam pengambilan keputusan, otonomi kerja, dan pengaruh terhadap tugas
- Tuntutan (Demand): Tuntutan psikologis yang dihadapi individu
- Kontrol (Control): Sejauh mana individu dapat mengontrol pekerjaannya
- Dukungan Rekan Kerja (Support from Colleagues): Dukungan yang diterima dari rekan kerja
- Hubungan (Relations): Kualitas hubungan interpersonal di tempat kerja
- Peran (Role): Sejauh mana individu memahami perannya di tempat kerja
- Perubahan (Change): Bagaimana perubahan organisasi dikelola[24]
- Work Environment dan Work Equipment: Faktor lingkungan kerja dan kelengkapan alat kerja, seperti paparan kebisingan atau kondisi fisik tempat kerja[23][27]
- Tempat Kerja Berbahaya (Harmful Workplace): (1) Paparan terhadap bahan kimia beracun (2) Lingkungan kerja yang panas dan lembab
- Tuntutan Pekerjaan (Job Demands): (1) Beban kerja fisik yang tinggi (2) Tekanan waktu (3) Tuntutan kognitif yang tinggi
- Keadilan (Fairness and Justice): (1) Penyalahgunaan metode penilaian kinerja (2) Metode penilaian yang bias
- Aturan dan Peraturan (Rules and Regulations): (1) Kurangnya kepatuhan terhadap aturan (2) Kebijakan dan prosedur yang tidak efisien
- Kesejahteraan dan Fasilitas Keuangan (Welfare and Financial Facilities): (1) Penurunan fasilitas (2) Kompensasi yang tidak memadai
- Signifikansi Tugas (Task Significance): Kurangnya makna dan pengakuan atas pekerjaan
- Dukungan Manajemen (Management Support): kurangnya dukungan dan penghargaan terhadap karyawan.
- Masalah Struktural (Structural Problems): perubahan struktur organisasi yang terlalu sering dan ketidakstabilan manajemen.
- Kekerasan dan Pelecehan (Violence and Harassment): kurangnya kepercayaan dari manajer dan adanya perilaku saling menjelekkan antar karyawan
- Promosi Jabatan (Job Promotion): masalah dalam proses kenaikan jabatan dan pengembangan karier.
- Keamanan Kerja (Job Security): ketidakpastian dan ketidakamanan dalam status pekerjaan.
- Konflik Kerja–Keluarga (Work-Life Conflict): jadwal kerja yang menyebabkan konflik dengan kehidupan keluarga.
- Jadwal Kerja (Work Schedule): masalah ketidakjelasan atau inkonsistensi jadwal kerja yang berdampak pada keseimbangan kerja–hidup.
- Kewenangan Pengambilan Keputusan (Decision Latitude): tanggung jawab yang diberikan tanpa disertai kewenangan untuk mengambil keputusan
- Berbagi Informasi (Information Sharing): kurangnya komunikasi dan transparansi di dalam organisasi[27]
- Job Insecurity dan Career/Achievement: Ketidakpastian pekerjaan, tekanan promosi, dan harapan terhadap pencapaian karir[20][22][26]
- Latitude pengambilan keputusan (decision latitude)
- Ketidakamanan pekerjaan (job insecurity)
- Tuntutan psikologis (psychological demand)
- Beban kerja fisik (physical workload)
- Dukungan sosial di tempat kerja (social support at work)
- Kepuasan kerja (job satisfaction)[26]
Dengan demikian, dimensi dan indikator stres kerja sangat bergantung pada konteks pekerjaan, instrumen yang digunakan, dan tujuan pengukuran, namun secara umum meliputi aspek beban kerja, peran, kontrol, dukungan, lingkungan kerja, keamanan kerja, hubungan interpersonal, dan keseimbangan kehidupan kerja[22][24][27]
Lihat pula
Referensi
- ^ Quick, James Campbell; Henderson, Demetria F. (May 2016). "Occupational Stress: Preventing Suffering, Enhancing Wellbeing †". International Journal of Environmental Research and Public Health. 13 (5): 459. doi:10.3390/ijerph13050459. ISSN 1661-7827. PMC 4881084. PMID 27136575. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ "Stress at the workplace". WHO.
- ^ Sulsky, L. & Smith, C. (2005). Work Stress. Belmont, CA: Thomson Wadsworth.[halaman dibutuhkan]
- ^ Pega, Frank; Nafradi, Balint; Momen, Natalie; Ujita, Yuka; Streicher, Kai; Prüss-Üstün, Annette; Technical Advisory Group (2021). "Global, regional, and national burdens of ischemic heart disease and stroke attributable to exposure to long working hours for 194 countries, 2000–2016: A systematic analysis from the WHO/ILO Joint Estimates of the Work-related Burden of Disease and Injury". Environment International. 154: 106595. Bibcode:2021EnInt.15406595P. doi:10.1016/j.envint.2021.106595. ISSN 0160-4120. PMC 8204267. PMID 34011457.
- ^ Centers for Disease Control and Prevention. (Accessed December, 2019). Occupational Health Psychology (OHP). Atlanta: Author.
- ^ Griffin, M.A, & Clarke, S. (2010). Stress and well-being at work. In S. Zedeck (Ed.), APA handbook of industrial and organizational psychology. Washington, DC: American Psychological Association.[halaman dibutuhkan]
- ^ Hart, P.M & Cooper, C.L. (2002). Occupational stress: Toward a more integrated framework, In D.S. Anderson, N. Ones, and H.K. Sinangil, (Eds.), (2018) Handbook of industrial, work and organizational psychology, Vol. 2, Organizational Psychology (pp.93–115). Thousand Oaks, CA, Sage.[halaman dibutuhkan]
- ^ Cooper, C. L. (1998). Theories of organizational stress. Oxford, UK: Oxford University Press.[halaman dibutuhkan]
- ^ Mark, George M.; Smith, Andrew P. (2008). "Stress models: a review and suggested new direction". Dalam Houdmont, J.; Leka, S (ed.). Occupational Health Psychology. Nottingham University Press. hlm. 111–144. ISBN 978-1-904761-82-2.
- ^ Schonfeld, I.S., & Chang, C.-H. (2017). Occupational health psychology: Work, stress, and health. New York: Springer Publishing Company.[halaman dibutuhkan]
- ^ a b c d Reis, Dorota; Hart, Alexander; Lehr, Dirk; Friese, Malte (2021-06-02). "Promoting recovery in daily life: study protocol for a randomized controlled trial". BMC Psychology. 9 (1): 91. doi:10.1186/s40359-021-00591-w. ISSN 2050-7283. PMC 8170631. PMID 34078453. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c d Xie, Yujin; Tian, Jing; Jiao, Yang; Liu, Ying; Yu, Hong; Shi, Lei (2021-12-14). "The Impact of Work Stress on Job Satisfaction and Sleep Quality for Couriers in China: The Role of Psychological Capital". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 12. doi:10.3389/fpsyg.2021.730147. ISSN 1664-1078. PMC 8712337. PMID 34970180. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b Peleg, Ora; Idan, Meirav; Katz, Ruth (2024-07-08). "Exploring the relationship between binge eating and differentiation of self: the mediating role of emotional distress and work stress". Frontiers in Nutrition (dalam bahasa English). 11. doi:10.3389/fnut.2024.1368995. ISSN 2296-861X. PMC 11260811. PMID 39040923. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c Fatima, Maryam; Sherwani, N. U. K.; Singh, Vaishali (2023-06-01). "Mindful medicine: Exploring the benefits of mindfulness-based stress reduction for doctors using statistical techniques". Intelligent Pharmacy. 1 (1): 41–47. doi:10.1016/j.ipha.2023.04.009. ISSN 2949-866X.
- ^ a b c d Shang, Weiwei (2022-10-18). "Job stress and burnout among ideological and political education teachers during the COVID-19 pandemic: A moderated mediation model". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.1008854. ISSN 1664-1078. PMC 9623416. PMID 36329738. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Simionescu, Mihaela; Bordea, Elena-Nicoleta; Pellegrini, Angelo (2022-03-04). "How did the COVID-19 pandemic impact the stress vulnerability of employed and non-employed nursing students in Romania?". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 17 (3): e0264920. doi:10.1371/journal.pone.0264920. ISSN 1932-6203. PMC 8896692. PMID 35245331. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Mehdizadeh-Somarin, Zahra; Salimi, Behnaz; Tavakkoli-Moghaddam, Reza; Hamid, Mahdi; Zahertar, Anahita (2022-10-01). "Performance assessment and improvement of a care unit for COVID-19 patients with resilience engineering and motivational factors: An artificial neural network method". Computers in Biology and Medicine. 149: 106025. doi:10.1016/j.compbiomed.2022.106025. ISSN 0010-4825. PMC 9428112. PMID 36070658.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:3 - ^ a b Daniels, Silvie; Clemente, Diana B. P.; Desart, Steffie; Saenen, Nelly; Sleurs, Hanne; Nawrot, Tim S.; Malina, Robert; Plusquin, Michelle (2022-03-01). "Introducing nature at the work floor: A nature-based intervention to reduce stress and improve cognitive performance". International Journal of Hygiene and Environmental Health. 240: 113884. doi:10.1016/j.ijheh.2021.113884. ISSN 1438-4639.
- ^ a b c Wu, Ji; Wu, Qiong; Xia, Minghui; Xiao, Jing; Yan, Xin; Li, Dao (2023-06-07). "A study on mental health and its influencing factors among police officers during the COVID-19 epidemic in China". Frontiers in Psychiatry (dalam bahasa English). 14. doi:10.3389/fpsyt.2023.1192577. ISSN 1664-0640. PMC 10284273. PMID 37351005. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Gray-Stanley, Jennifer A.; Muramatsu, Naoko (2011-05-01). "Work stress, burnout, and social and personal resources among direct care workers". Research in Developmental Disabilities. 32 (3): 1065–1074. doi:10.1016/j.ridd.2011.01.025. ISSN 0891-4222. PMC 3914885. PMID 21316918.
- ^ a b c d Chen, Shi-Min; Sun, Pei-Zhen (16 Des 2019). "Gender differences in the interaction effect of cumulative risk and problem-focused coping on depression among adult employees". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 14 (12): e0226036. doi:10.1371/journal.pone.0226036. ISSN 1932-6203. PMC 6913914. PMID 31841535. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c Zhou, Houyu; Zheng, Quangquang (2022-04-26). "Work Stressors and Occupational Health of Young Employees: The Moderating Role of Work Adaptability". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.796710. ISSN 1664-1078. PMC 9088676. PMID 35558696. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c Zaghini, Francesco; Biagioli, Valentina; Fiorini, Jacopo; Piredda, Michela; Moons, Philip; Sili, Alessandro (2023-08-01). "Work-related stress, job satisfaction, and quality of work life among cardiovascular nurses in Italy: Structural equation modeling". Applied Nursing Research. 72: 151703. doi:10.1016/j.apnr.2023.151703. ISSN 0897-1897.
- ^ Alòs, Francesc; Colomer, Mª. Àngels; Martin-Cantera, Carlos; Solís-Muñoz, Montserrat; Bort-Roig, Judit; Saigi, I.; Chirveches-Pérez, E.; Solà-Gonfaus, Mercè; Molina-Aragonés, Josep Maria (2022-06-29). "Effectiveness of a healthcare-based mobile intervention on sedentary patterns, physical activity, mental well-being and clinical and productivity outcomes in office employees with type 2 diabetes: study protocol for a randomized controlled trial". BMC Public Health (dalam bahasa Inggris). 22 (1): 1269. doi:10.1186/s12889-022-13676-x. ISSN 1471-2458. PMC 9244393. PMID 35768818. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c Pankratz, Lily; Sommer, Jordana L.; Bolton, Shay-Lee; Sareen, Jitender; Enns, Murray W.; Afifi, Tracie O.; El-Gabalawy, Renée; Mota, Natalie (2022-12-01). "Prevalence and predictors of anxiety disorder courses in the Canadian Armed Forces". Journal of Anxiety Disorders. 92: 102612. doi:10.1016/j.janxdis.2022.102612. ISSN 0887-6185.
- ^ a b c Zare, Rahman; Kazemi, Reza; Choobineh, Alireza; Cousins, Rosanna; Smith, Andrew; Mokarami, Hamidreza (2024-12-15). "Development of a work systems stress questionnaire to predict job burnout: A mixed methods study based on a macroergonomics approach". Heliyon (dalam bahasa English). 10 (23). doi:10.1016/j.heliyon.2024.e40226. ISSN 2405-8440. PMC 11626067. PMID 39654769. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Bacaan lebih lanjut
- Barling, J., Kelloway, EK, & Frone, MR (Eds.) (2005). Buku Pegangan Stres Kerja. Thousand Oaks, CA: Sage.
- Cooper, CL (1998). Teori-teori stres organisasi . Oxford, Inggris: Oxford University Press.
- Cooper, CL, Dewe, PJ & O'Driscoll, MP (2001) Stres organisasi: Tinjauan dan kritik terhadap teori, penelitian, dan aplikasi . Thousand Oaks, CA: Sage.
- Pilkington, A. dkk. (2000). Sudbury: HSE Books. (Laporan Riset Kontrak No. 322/2000.) Pengukuran dasar untuk evaluasi kampanye stres terkait pekerjaan. Diarsipkan 2021-10-26 di Wayback Machine. oleh
- Saxby, C. (Juni 2008). Hambatan Komunikasi. Evansville Business Journal . 1–2.
- Schonfeld, IS, & Chang, C.-H. (2017). Psikologi kesehatan kerja: Pekerjaan, stres, dan kesehatan . New York: Springer Publishing Company.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.