Padang Nippo


Kantor redaksi Padang Nippo pada1942.

Padang Nippo adalah sebuah surat kabar harian yang diterbitkan di Padang, Sumatera Barat selama masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945). Surat kabar ini dibentuk oleh otoritas pendudukan Jepang melalui penggabungan dua harian lokal, Persamaan dan Dagblad Radio, sebagai bagian dari kontrol ketat atas pers dan penyebaran informasi selama perang. Padang Nippo berfungsi sebagai corong propaganda resmi Jepang di wilayah Sumatra bagian barat.[1]

Latar belakang

Sebelum kedatangan Jepang, Padang memiliki beberapa surat kabar aktif, termasuk Persamaan—satu-satunya harian nasional di Sumatra Barat—Sinar Sumatera, Dagblad Radio, dan Sumatra Bode (berbahasa Belanda). Namun, menjelang pendudukan Jepang, Sinar Sumatera dan Sumatra Bode menghentikan operasinya. Persamaan dan Dagblad Radio berusaha tetap terbit, meskipun menghadapi kesulitan besar akibat terputusnya akses ke kantor berita Belanda Aneta dan tidak adanya cabang kantor berita Jepang Dōmei Tsushin di wilayah itu.[2]

Surat kabar Persamaan, yang dipimpin oleh Marah Nurdin, sempat mengalami sensor dan pelarangan setelah memuat laporan tentang kolaborator lokal yang bekerja untuk dinas rahasia Jepang. Editor Persamaan, Mulkan, dituduh menghina tentara Jepang, yang mengakibatkan pelarangan surat kabar tersebut oleh pemerintah militer Jepang.[3][1]

Selain Padang Nippo, pemerintah Jepang juga menerbitkan Kita Sumatora Shimbun, surat kabar berbahasa Jepang yang awalnya berbasis di Padang dan kemudian dipindahkan ke Padang Panjang.[1][4] Selama masa pendudukan, semua media cetak diarahkan sepenuhnya untuk tujuan propaganda, dengan informasi yang bersumber dari kantor berita Jepang, Dōmei Tsushin.[3] Tidak ada surat kabar nasional Indonesia yang independen diizinkan terbit selama masa ini.[4]

Pembentukan dan struktur redaksi

Sebagai bagian dari kebijakan sentralisasi media, otoritas pendudukan Jepang membubarkan semua surat kabar lokal dan menggantikannya dengan Padang Nippo. Surat kabar ini dikelola di bawah Sumatora Shimbun Kai (Asosiasi Pers Sumatra) dan diawasi oleh Gunseikanbu, khususnya Divisi Informasi (Hodo Bu). Dalam struktur ini, jurnalis Indonesia hanya berperan sebagai pegawai, sedangkan posisi penting diisi oleh wartawan Jepang yang didatangkan langsung dari negeri asal.[5]

Redaksi Padang Nippo terdiri dari gabungan staf dua harian sebelumnya. Tokoh-tokoh seperti Marah Nurdin dan Lie Oen Sam menjadi pemimpin redaksi awal, didampingi oleh Suska, Mulkan, dan Oei Tin Djin. Namun, struktur ini mengalami perubahan setelah kedatangan Abdoel Majid Usman, seorang Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Jepang, serta Chatib Salim dan Nasroen AS. Abdoel Majid Usman dan Chatib Salim kemudian menggantikan beberapa editor awal, termasuk Marah Nurdin dan Suska.[1]

Aktivitas pemuda dan Kosyipani

Padang Nippo juga memiliki suplemen anak dan remaja yang dinamakan Kodomo Shimbun Padang Nippo (disingkat Kosyipani). Suplemen ini menjadi dasar terbentuknya Ikatan Pecinta Kosyipani (IPK), sebuah organisasi pemuda yang berusaha menghindari larangan Jepang terhadap organisasi non-olahraga dan non-seni. Setelah suplemen itu dihentikan oleh pemerintah Jepang, para anggotanya mendirikan Ikatan Pencinta Kemajuan (juga disingkat IPK), yang berkembang pesat dan memiliki cabang di banyak kota dan desa.[6]

IPK memusatkan kegiatannya pada bidang seni dan budaya seperti sandiwara, tari, nyanyian, sastra, dan seni rupa, serta olahraga. Aktivitas ini dijalankan secara hati-hati agar tidak dicurigai sebagai gerakan perlawanan. Mereka bahkan memasukkan elemen budaya Jepang dalam pertunjukan untuk menghindari pembubaran oleh aparat seperti Senden Bu (Komite Propaganda) dan Toku Ka (Komite Pengawasan Keamanan).[7]

Tokoh-tokoh pemuda yang tergabung dalam IPK kemudian berperan penting dalam masa awal perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di antara mereka yakni Nas Achnas, Durmawel Achmad, Zainal Gendi (Zage), Ismail Ibrahim, M. Raid Malik, Chaidir N. Latif, Emzita, Djamaris, Djalidar Naulah, Rustam Sinaro, Rusli Halil, Anas Bisma, Djamhur Djamin, Bustanuddin Ismail, Raflir Djamalus, H. M. Ridwan, Wisbar Aldar, Ramli, Munir Djalatin, Z. Dt. Bandaro Pilihan, Rohana Adam, dan Rasma Rasam.[8]

Referensi

  1. ^ a b c d Husein 1991, hlm. 52.
  2. ^ Husein 1991, hlm. 51.
  3. ^ a b Martamin 1977, hlm. 51–53.
  4. ^ a b Departemen Penerangan 1953, hlm. 839.
  5. ^ Orllanda 2020.
  6. ^ Amura 1979, hlm. 17.
  7. ^ Amura 1979, hlm. 17‒18.
  8. ^ Amura 1979, hlm. 18‒19.

Daftar pustaka

  • Husein, Ahmad (1991). Sejarah perjuangan kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau, 1945-1950. Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau (Edisi Cet. 2., dengan perbaikan). Jakarta: Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau. ISBN 978-979-405-126-9.
  • Martamin, Mardjani (1977). Ditulis oleh Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sumatera Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan.
  • Propinsi Sumatera Tengah. Departemen Penerangan. Kementerian Penerangan. 1953.
  • Amura (1979). Sejarah revolusi kemerdekaan di Minangkabau, 1945-1950 (Edisi Cet. 1.). Jakarta: Pustaka Antara. OL 4088297M. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.