Infrabunyi

Infrabunyi atau bunyi infrasonik adalah bunyi dengan frekuensi yang terlalu rendah untuk dapat didengar oleh telinga manusia.[1] Infrabunyi berada dalam rentang 20 Hertz sampai 0,001 Hertz. Rentang frekuensi tersebut sama dengan frekuensi yang digunakan oleh seismometer untuk mendeteksi gempa bumi. Gelombang infrabunyi mampu menjangkau jarak yang jauh dan dapat melewati halangan tanpa kehilangan kekuatannya atau relatif kecil. Gelombang infrabunyi pertama kali yang diamati kemungkinan adalah letusan Gunung Krakatau yang menghasilkan gelombang atau getaran yang mengelilingi bumi lebih dari tiga kali[2]: 63  dan terdengar di beberapa daerah di dunia, termasuk Perth, Australia Barat, dan Rodrigues dekat Mauritius.[3][4]

Sejarah

Salah satu perintis penelitian infrabunyi adalah ilmuwan Prancis Vladimir Gavreau (lahir di Rusia dengan nama Vladimir Gavronsky).[5] Ketertarikannya dalam infrabunyi awalnya bermula pada tahun 1960 ketika ia dan asistennya menderita sakit pada gendang telinga serta peralatan laboratorium yang bergetar tetapi tidak ada suara yang ditangkap oleh mikrofonnya. Ia kemudian menyimpulkan bahwa itu disebabkan oleh infrabunyi.[5]

Ia memahami bahwa suara dengan frekuensi serendah itu tidak dianggap ada, maka tidak ada peralatan yang dikembangkan untuk mendeteksinya. Maka, ditentukan bahwa suara tersebut adalah gelombang infrabunyi 7 siklus per detik yang menimbulkan mode resonansi pada saluran dan arsitektur bangunan, yang secara signifikan memperkuat suara tersebut.[5] Dari penemuan ini, para peneliti kemudia mulai bekerja untuk membuat percobaan infrabunyi pada laboratorium. Salah satu eksperimennya adalah peluit infrabunyi, sebuah pipa organ besar.[6][7][8] Sebagai hasil dari insiden yang mirip, hal ini menjadi rutinitas pada konstruksi arsitektur yang baru dan mengeliminasi resonansi infrabunyi manapun dan memperkenalkan material tahan suara dan properti suara spesial lainnya.

Referensi

  1. ^ "A Study of Low Frequency Noise and Infrasound from Wind Turbines" (PDF). Ia.cpuc.ca.gov. Diakses tanggal 12 Maret 2022.
  2. ^ Symons, G.J., ed. (1888). The Eruption of Krakatoa and Subsequent Phenomena (Report of the Krakatoa Committee of the Royal Society). London, 1888 – via Internet Archive.
  3. ^  Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Krakatoa" . Encyclopædia Britannica. Vol. 15 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 923.
  4. ^ Serena, Katie (18 Mei 2019). Kuroski, John (ed.). "The 1883 Krakatoa Eruption: The Explosion Heard Round The World And The Loudest Sound Ever". Diakses tanggal 14 Desember 2024.
  5. ^ a b c "Gavreau", di Lost Science Diarsipkan 19 February 2012 di Wayback Machine. by Gerry Vassilatos. Signals, 1999. ISBN 0-932813-75-5
  6. ^ Gavreau, V. (1966). "Infra Sons: Générateurs, Détecteurs, Propriétés physiques, Effets biologiques". Acustica. 17 (1): 1–10.
  7. ^ V., Gavreau (1968). "Infrasound". Science journa. 4 (1): 33.
  8. ^ Gavreau, V. (Sept. 1968). "Sons graves intenses et infrasons". Scientific Progress – la Nature: 336–344.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.