Window shopping

Belanja etalase (window shopping), mengacu pada aktivitas di mana konsumen menelusuri atau memeriksa barang dagangan toko sebagai bentuk waktu luang atau perilaku pencarian eksternal tanpa niat untuk membeli saat ini. Bergantung pada individu, belanja-jendela bisa menjadi hobi atau digunakan untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan produk, perbedaan merek, atau harga jual.[1]
Perkembangan belanja-jendela sebagai bentuk rekreasi sangat terkait dengan kebangkitan kelas menengah di Eropa abad ke-17 dan ke-18. Kaca dan jendela adalah fitur utama dari pusat perbelanjaan besar yang tersebar di seluruh Eropa sejak akhir abad ke-18. Kegiatan keliling sambil lihat-lihat di sekitar pusat perbelanjaan ini menjadi hiburan abad ke-19 yang populer bagi kelas menengah yang baru muncul.
Belanja-jendela daring
Ada beberapa tipe pelanggan yang menghabiskan banyak waktu di pasar daring tetapi tidak pernah membeli apapun atau bahkan memiliki niat untuk membeli dan karena tidak ada "biaya transportasi" yang diperlukan untuk mengunjungi situs toko daring, jauh lebih mudah daripada mengunjungi toko tradisional [2] Kelompok pelanggan online ini disebut "pembeli jendela-elektronik", karena mereka sebagian besar didorong oleh rangsangan dan hanya termotivasi untuk menjelajahi internet dengan mengunjungi situs belanja yang menarik. Pembelanja daring ini muncul sebagai pembeli penasaran yang hanya tertarik untuk melihat apa yang ada di luar sana daripada mencoba bernegosiasi untuk mendapatkan harga serendah mungkin.[3] Pembelanja jendela daring ini menggunakan berita dan gambar produk untuk mencari pengalaman hedonis serta tetap mengikuti perkembangan status industri dan tren baru. [2]
Referensi
- ^ Bloch, P.; Richins, M. (1983). "Shopping without purchase: An investigation of consumer browsing behaviour". Dalam Bagozzi, R; Tybout, A (ed.). Advances in consumer. Vol. 11. Provo, UT: Association for consumer research. hlm. 389–393.
- ^ a b Liu, Fang; Wang, Rong; Zhang, Ping; and Zuo, Meiyun, "A Typology of Online Window Shopping Consumers" (2012). PACIS 2012 Proceedings. Paper 128.
- ^ Ganesh, J.; Reynolds, K.E.; Luckett, M.; Pomirleanu, N. (2010). "Online shopper motivations, and e-store attributes: An examination of online patronage behavior and shopper typologies". hlm. 106–115.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.