Tongmo


Tung lamaow
Sosis Tongmo yang disiapkan di atas panggangan di Malaysia
Nama laintung lò mò, tongmo
SajianMakanan ringan
Tempat asalVietnam dan Kamboja
Dibuat olehOrang Cham
Suhu penyajianPanas atau suhu ruang
Bahan utamaDaging sapi (otot paha), usus sapi, lemak, jahe, cabai, adas bintang, bawang putih, ketan
AnekaSosis tionghoa
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Tung lamaow (Cham: ꨓꨭꩂ ꨤꨟꨯꨱꨥ, Vietnam: tung lò mò) atau tongmo adalah jenis sosis sapi yang dibuat oleh orang Cham di Vietnam dan Kamboja,[1] serta oleh anggota diaspora mereka di Malaysia dan Thailand.[2][3] Nama hidangan ini menggabungkan kata tung (ꨓꨭꩂ) yang berarti "usus" dan lamaow (ꨤꨟꨯꨱꨥ) yang berarti "sapi" atau "daging sapi".[4]

Karena terbuat dari campuran daging dan lemak sapi yang dikeringkan sebelum dimasak, tung lamaow memiliki cita rasa yang kaya dan gurih dengan tekstur sedikit kenyal, berbeda dari sosis pada umumnya. Dahulu, hidangan ini biasanya dibuat hanya untuk kesempatan istimewa dalam masyarakat Cham, seperti saat perayaan atau ketika menjamu tamu kehormatan.[5] Tempat-tempat yang menjual hidangan ini mudah diketahui karena gulungan sosis ini sering kali terlihat digantung di tiang pada rumah-rumah orang Cham atau pedagang di pasaran.[6]

Asal-usul

Secara tradisional makanan ini diketahui khas dari Provinsi An Giang, Vietnam, yang diperkenalkan oleh orang Cham. Keberadaan makanan ini sangat terkait dengan budaya Cham, khususnya umat Islam Cham yang menghindari babi sehingga membuat daging sapi menjadi pilihan utama.[7] Sosis ini kemudian diperkenalkan ke Malaysia dan Thailand Selatan oleh pengungsi Cham yang bermigrasi dari Indochina karena tempat asalnya dilanda konflik selama tahun 1970-an.[2][8]

Penyiapan

Tung lamaow dibuat dari potongan daging sapi tertentu, terutama bagian otot paha yang bertekstur keras, serta lemak yang diambil dari lapisan perut dan usus sapi. Daging sapi ini dicincang halus lalu direndam dengan jahe untuk menghilangkan aroma amisnya. Setelah itu, daging dicampur dengan lemak dalam perbandingan sekitar satu banding lima, menghasilkan adonan yang kaya dan berlemak, kemudian dimasukkan ke dalam usus sapi yang telah dibersihkan dengan baik.[1]

Untuk memperkuat cita rasa, campuran ini dibumbui dengan rempah seperti cabai, bunga lawang, dan bawang putih, serta sering ditambah isian berupa ketan. Setelah pengisian, bagian usus dipotong dan ditusuk untuk mengeluarkan kelebihan cairan agar tidak pecah selama proses pengeringan. Sosis kemudian dijemur selama dua hingga tiga hari hingga mendapatkan tekstur dan aroma khasnya. Sesudah kering, tung lamaow umumnya dipanggang hingga beraroma harum dan disajikan bersama acar pepaya atau kecap. Namun, hidangan ini juga bisa diolah dengan cara dikukus, digoreng, atau dijadikan bahan tambahan dalam berbagai masakan lainnya.[9][10][11]

Referensi

  1. ^ a b Viet An (Jul 17, 2022). "Special red sausage of the Cham ethnic people". The Saigon Times. Diakses tanggal November 3, 2024.
  2. ^ a b Nakamura, Rie (2020). "Food and Ethnic identity in the Cham Refugee Community in Malaysia". Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society. 93 (2): 160. doi:10.1353/ras.2020.0024.
  3. ^ Sharifah Mahsinah Abdullah (November 1, 2020). "Cambodian sausage Tongmo, a hit in Kelantan". New Straits Times.
  4. ^ News, V. T. C. (2021-06-05). "'Tung lò mò' - Thức quà quý giá của người Chăm có cái tên khiến người ta tò mò". Báo điện tử VTC News (dalam bahasa Vietnam). Diakses tanggal 2025-11-08.
  5. ^ Media, Công ty cổ phần MH. "Noron - Mạng hỏi đáp Việt". noron.vn (dalam bahasa Vietnam). Diakses tanggal 2025-11-08.
  6. ^ Hảo, Băng (2019-07-25). "Về An Giang nhớ nếm thử món tung lò mò". VnEconomy (dalam bahasa Vietnam). Diakses tanggal 2025-11-08.
  7. ^ News, VietNamNet. "Báo VietnamNet". VietNamNet News (dalam bahasa vietnamese). Diakses tanggal 2025-11-08. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. ^ Nakamura, Rie (2019). "Becoming Malay: The Politics of the Cham Migration to Malaysia". Studies in Ethnicity and Nationalism. 19 (3): 293–8. doi:10.1111/sena.12305. S2CID 213134318.
  9. ^ Hai Au (November 3, 2024). "Tung lò mò - Món ăn độc đáo của đồng bào Chăm". Báo Dân tộc và Phát triển (dalam bahasa Vietnam). Diakses tanggal Nov 14, 2023.
  10. ^ Pham, Rachel (Jun 6, 2021). "'Tung lò mò' - Thức quà quý giá của người Chăm có cái tên khiến người ta tò mò". VTC News (dalam bahasa Vietnam). VTC. Diakses tanggal Nov 14, 2023.
  11. ^ Norhaslinda Abd Wahid (Jul 9, 2017). "Tong mo menu istimewa Kemboja". Berita Harian.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.