Scotch bonnet
| Scotch bonnet | |
|---|---|
| Spesies | Capsicum chinense |
| Kultivar | 'Scotch Bonnet' |
| Tingkat kepedasan | |
| Skala Scoville | 100,000-350,000 SHU |
Cabai Scotch Bonnet (Bonney Pepper / Caribbean Red Pepper[1] / Panamanian Pepper)[2][3] dikenal juga dengan sebutan bonney pepper, Caribbean red pepper, atau Panamanian pepper (khususnya di Amerika Tengah), merupakan salah satu varietas cabai dari spesies Capsicum chinense. Nama “scotch bonnet” berasal dari bentuknya yang menyerupai topi tradisional Skotlandia, yaitu tam o’ shanter bonnet.[4][5] Cabai ini berasal dari Benua Amerika, khususnya merupakan kultivar asli wilayah Cekungan Amazon yang kemudian menyebar ke Amerika Tengah dan Selatan. Seiring waktu, varietas ini menjadi salah satu ikon kuliner Karibia, terkenal karena tingkat kepedasannya yang tinggi serta aromanya yang khas dan manis, yang membedakannya dari jenis cabai pedas lainnya seperti habanero.[6]
Sejarah

Bangsa-bangsa pribumi di kawasan Karibia, seperti Amerindian Antilles, Taino, dan kemudian Karib, berperan besar dalam penyebaran cabai Scotch bonnet bersama tanaman pangan lain seperti singkong dan ubi jalar. Mereka membawa bahan-bahan tersebut menggunakan perahu kano besar dalam perjalanan antarpulau. Kedua kelompok suku Arawak ini berasal dari Lembah Sungai Orinoco di wilayah yang kini dikenal sebagai Venezuela. Suku Taino, yang berasal dari Semenanjung Yucatán dan Belize, merupakan pelopor migrasi menuju Kepulauan Antilles Besar, dan mereka turut memperkenalkan berbagai varietas cabai ke wilayah tersebut. Sejak saat itu, cabai Scotch bonnet menjadi bahan pokok kuliner Karibia, terutama di Jamaika.[7]
Pada abad ke-15 dan ke-16, bangsa Spanyol dan Portugis memperkenalkan cabai Scotch bonnet ke berbagai wilayah dunia. Melalui proses pertukaran Kolumbus (Columbian Exchange), lima spesies cabai yang telah didomestikasi tersebar luas ke Eropa, Afrika, dan Asia,[8] di mana kemudian berkembang berbagai varietas baru. Kepopuleran cabai ini meningkat pesat di benua Asia dan Afrika hingga banyak masyarakat di sana tidak menyadari bahwa cabai ini sebenarnya berasal dari kawasan Mesoamerika.[9]
Seperti halnya habanero, cabai Scotch bonnet memiliki tingkat kepedasan yang tinggi, yaitu antara 100.000 hingga 350.000 satuan Scoville (SHU).[7] Sebagai perbandingan, jalapeño hanya berkisar antara 2.500 hingga 8.000 SHU. Namun, terdapat varietas Scotch bonnet manis tanpa rasa pedas, yang dikenal sebagai cachucha, dan dibudidayakan di beberapa pulau Karibia.[10]
Peran dalam Kuliner Dunia
Cabai Scotch bonnet digunakan secara luas dalam berbagai masakan internasional, terutama sebagai bahan dasar saus pedas dan bumbu penyedap. Meskipun sering disamakan dengan habanero karena berasal dari spesies yang sama dan memiliki tingkat kepedasan serupa, Scotch bonnet memiliki profil rasa yang lebih manis serta bentuk yang lebih bulat dan padat.[7]
Cabai ini banyak digunakan dalam kuliner Karibia, Afrika Barat, Sri Lanka, dan Maladewa, terutama dalam pembuatan saus cabai tradisional. Di Jamaika, cabai Scotch bonnet merupakan bahan utama dalam hidangan khas seperti jerk chicken dan jerk pork, yang berasal dari tradisi kuliner Taino dan menjadi simbol kuliner nasional pulau tersebut.[7]
Rujukan
- ^ "caribbean red". Delice Recipes (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ "Panamanian hot pepper. Chombo". projectnoah.org. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ Bray, Matt (2017-01-28). "Aji Chombo: The Fiery Panamanian Pepper". PepperScale (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ "Pepper Profile: Scotch Bonnet - Fiery Foods & Barbecue Central" (dalam bahasa American English). 2010-02-23. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ McCarthy, William H. (1999-01). "The Pepper Lady's Pocket Pepper Primer". HortTechnology. 9 (2): 294. doi:10.21273/horttech.9.2.294. ISSN 1063-0198.
- ^ Quiros, Carlos F. "PEPPERS". www.plantsciences.ucdavis.edu. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ a b c d Geek, Pepper (2023-08-10). "Scotch Bonnet vs Habanero Peppers (Key Differences)". Pepper Geek (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ "The Columbian Exchange: A History of Disease, Food, and Ideas by Nathan Nunn and Nancy Qian pg 171" (PDF). 2010. Diakses pada 2025-11-05.
- ^ "The Scotch bonnet's journey from the Orinoco River Valley to the jerk pit". Explore Parts Unknown (dalam bahasa American English). 2017-08-16. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ Noelle (2023-04-28). "What Is Ají Cachucha (Ají Dulce) Pepper?". The American Cuban Table (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.