Peperoncino

Capsicum peperoncino

Peperoncino adalah cabai rawit kecil berwarna merah cerah yang menjadi ciri khas masakan Calabria, Italia. Panjangnya biasanya 5–10 cm, bentuknya runcing, dan tingkat kepedasannya sedang hingga tinggi (30.000–50.000 SHU). Di Calabria, peperoncino tidak hanya dijadikan bumbu, ia adalah identitas. Hampir setiap hidangan, dari pasta hingga sosis, diberi sedikit cabai kering atau segar agar ada rasa hangat di lidah.[1]

Cabai ini tiba di Italia pada abad ke-16 bersama pelaut Spanyol yang membawa bibitnya dari Amerika. Di Calabria yang miskin, tanaman ini langsung disukai karena tumbuh subur di tanah kering dan panas, serta tahan lama jika dikeringkan. Sejak itu, peperoncino menyebar ke seluruh Italia Selatan, tapi tetap paling kuat di Calabria, terutama di Diamante, tempat setiap September diadakan Festival del Peperoncino yang sudah berlangsung sejak 1992.[2]

Di Calabria, peperoncino dipakai dalam segala bentuk: segar dicincang untuk tumisan, dikeringkan lalu dihancurkan menjadi serpihan (peperoncino in polvere), atau dijemur utuh lalu digantung di dinding dapur sebagai collana di peperoncino. Hidangan klasik seperti nduja, sosis lunak pedas dari Spilinga, tidak bisa dipisahkan dari cabai ini. Pasta aglio, olio e peperoncino—yang hanya memakai bawang putih, minyak zaitun, dan serpihan cabai kering—juga lahir dari kebiasaan orang Calabria yang harus memasak cepat dengan bahan seadanya.[3]

Orang Calabria percaya peperoncino membawa keberuntungan. Di malam Tahun Baru, seikat cabai kering digantung di pintu masuk rumah untuk mengusir hal-hal yang buruk. Di pasar Diamante atau Cosenza, tandan-tandan cabai merah dijual, sering digantung di teras rumah sampai kering dan siap dipakai sepanjang tahun.[4]

Di luar Calabria, peperoncino mulai dikenal sebagai “cabai Italia” yang tidak terlalu ganas seperti habanero, tapi cukup memberi rasa hangat tanpa menyiksa lidah. Di restoran Italia di seluruh dunia, serpihan peperoncino kering dalam botol kecil selalu ada di meja, siap ditabur ke pizza atau pasta kalau dirasa kurang pedas.[5]

Referensi

  1. ^ "Peperoncino". Gustini. Diakses tanggal 20 November 2025.
  2. ^ "Calabria's Peperoncino". Lidia’s Italy. Diakses tanggal 20 November 2025.
  3. ^ "Spice Cabinet: Peperoncino". Casa Mia Tours. Diakses tanggal 20 November 2025.
  4. ^ "Peperoncino for a Healthy, Lucky and Spicy New Year". La Cucina Italiana. Diakses tanggal 20 November 2025.
  5. ^ "The Spice That Loved Italy". Nada’s Italy. Diakses tanggal 20 November 2025.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.