Mujahir
| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|
Al-Mujâhir (bahasa Arab: المُجَاهِر) adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada seseorang yang terang-terangan memublikasikan perbuatan dosanya atau membicarakan keburukannya secara terbuka, meskipun Allah telah menutupi aibnya. Perilaku ini dipandang sebagai salah satu bentuk pelanggaran berat dalam Islam, karena mencerminkan kurangnya rasa malu (bahasa Arab: حياء haya) dan ketundukan kepada Allah.[1][2][3]
Dalil
Konsep ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, di mana Nabi Islam Muhammad bersabda:
"Semua umatku akan diampuni, kecuali orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa). Termasuk bentuk terang-terangan adalah ketika seseorang melakukan dosa di malam hari, lalu Allah telah menutupinya, tetapi di pagi harinya ia berkata: 'Wahai Fulan, tadi malam aku telah melakukan ini dan itu.' Padahal, Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia sendiri yang membuka penutup Allah atas dirinya."
— Sahih al-Bukhari (6069) dan Sahih Muslim (2990)[4]
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga privasi atas dosa yang telah dilakukan. Allah, dengan sifat-Nya sebagai As-Sattar (Yang Maha Menutupi), menutupi aib dan kesalahan seorang hamba. Namun, seorang al-mujâhir mengabaikan penutup dari Allah dengan sengaja mengungkap dosanya kepada orang lain.
Pandangan Ulama
Para ulama memandang perilaku terang-terangan dalam berbuat dosa sebagai tanda lemahnya iman dan tidak adanya pengakuan akan kebesaran Allah. Ibn Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa dosa seorang al-mujâhir menjadi lebih berat karena memublikasikannya dapat menjadi fitnah bagi masyarakat.[5]
Referensi
- ^ "Pengertian Mujahir dalam Islam beserta Ciri-ciri dan Dampaknya". kumparan. Diakses tanggal 2025-01-16.
- ^ Ashari, Winning Son (2014-01-25). "Mujahirin, Orang Yang Bermaksiat Terang-Terangan". Muslim.or.id. Diakses tanggal 2025-01-16.
- ^ "Apa Itu Mujahir yang Dilarang Dilakukan dalam Islam?". Narasi Tv. Diakses tanggal 2025-01-16.
- ^ Tim Almanhaj. "Mengapa Amalnya Gugur?". Diakses tanggal 26 Desember 2024.
- ^ Ibn Hajar, Al-Asqalani (2001). Fath al-Bari. Mesir: Dar al-Ma'arif.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.