Krinok
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Februari 2023) |
Krinok merupakan salah satu tradisi lisan yang telah dipertunjukan di daerah Rantau Pandan, Muaro Bungo, Provinsi Jambi sejak beberapa abad yang lalu dan menyebar sampai ke Bangka, Johor, Malaka, dan Pulau Pinang. Pada masa pemerintahan Kerajaan Melayu Jambi (1722-1911) pertunjukan Krinok berkembang pesat di Provinsi Jambi. Seni ini termasuk seni pertunjukan teater yang dimainkan juga dengan tarian, nyanyian, dan lawakan yang terjalin dalam satu alur cerita. Dalam satu pertunjukan dimainkan sebanyak 20 orang. Pemainnya adalah para wanita dan pria, para pria menggunakan topeng sedangkan wanitanya akan mengenakan kostum yang gemerlap.[1]
Krinok dapat dikatakan juga sebagai salah satu seni vokal tradisi yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Muara Bungo, Jambi. Para seniman mengungkap, Krinok adalah jenis kesenian tertua yang sudah ada di Jambi tersebut sejak masa pra sejarah. Pelestarian Krinok memungkinannya masih dapat dilihat sampai sekarang. Sebagai sebuah bentuk kesenian, krinok pada awalnya merupakan seni vokal yang sangat sederhana. Krinok dimainkan dengan iring-iringan musik dan tarian untuk menambah penggambaran cerita yang dibawakan oleh seniman Krinok[2]
Krinok, sebagaimana ditemukan di daerah Rantau Pandan, menjadi pengiring dari tari Tauh. Tari Tauh merupakan tari yang menggambarkan pergaulan pemuda dan pemudi setempat. Tari Tauh diwariskan secara turun temurun dan populer di kawasan Kecamatan Rantau Pandan dan Kabupaten Bungo. Tari Tauh biasanya dipertunjukan pada saat menyambut Rajo, Berelek Gedang, dan Beselang Gedang. Istilah-istilah tersebut adalah istilah yang digunakan oleh warga setempat untuk menyebut tradisi gotong royong menuai padi. Dalam pertunjukan Tari Tauh ada empat pasang penari, laki-laki dan perempuan yang berbusana khas Melayu. Mereka menari diiringi dengan iringan musik dari alat musik berupa Kelintang Kayu, Gong, Gendang, dan Biola. Alat tersebut akan mengalunkan Krinok dan pantun-pantun anak muda.[2]
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.