Kayori
Kayori adalah sebuah tradisi lisan masyarakat Suku Kaili, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang berbentuk syair atau puisi kuno yang dinyanyikan sebagai bentuk peringatan terhadap bencana alam. Tradisi ini berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan moral, nilai-nilai sosial, serta kewaspadaan terhadap ancaman bencana. Kayori diyakini berasal dari pengalaman masyarakat sebagai pengingat terhadap bencana alam yang pernah terjadi, seperti gempa bumi dan tsunami.[1]
Tradisi kayori telah diakui secara resmi oleh Kemdikbud sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No. 315/M/20231.[2] Salah satu bentuk kayori yang masih lestari hingga ini adalah kayori totua yang diwariskan oleh masyarakat Kaili.[3]
Sejarah
Sastrawan yang bermukim di daerah Palu mengasumsikan bahwa tradisi lisan Kayori telah hadir sejak awal pembentukan kerajaan-kerajaan di bagian tengah Sulawesi. Misalnya, sejak pembentukan kerajaan Tavalili pada abad ke-8, kerajaan Banava pada abad ke-9, dan kerajaan Parigi pada abad ke-10.[3] Peran kayori sebagai membawa peringatan bencana mulai dikenal setelah bencana besar yang melanda Sulawesi Tengah pada tahun 1938.[1]
Ciri khas
Sebagai bagian dari sastra lisan, kayori diwujudkan dalam bentuk puisi atau syair yang dilantunkan oleh para tetua masyarakat, khususnya dalam bahasa Kaili. Serupa dengan karya sastra lainnya, kayori juga menggunakan metafora. Salah satu kutipan dalam kayori menyebutkan bahwa ular tidur di tepi tanah longsor, sementara kerbau tidur di atasnya, sebagai metafora terhadap patahan Palu-Koro. Hal ini menggambarkan bagaimana simbol-simbol alam digunakan untuk memperingatkan bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu.[1]
Syair-syair dalam kayori berisi nasihat, peringatan, dan pengetahuan tentang hubungan antara perilaku manusia dan bencana alam. Pada pertunjukan kayori digunakan alat musik yori sebagai pengiring.[1] Ciri khas lain tradisi ini terletak pada bentuk penyampaiannya yang bersifat anonim dan dilakukan dengan cara bersenandung secara berkelompok.[4]
Kegunaan
Selain sebagai media pengingat terhadap bencana, syair kayori juga berperan dalam ritual adat tertentu, salah satunya dalam Kayori Pompaura, ritual penyembuhan, masyarakat Kaili Rai di Sindue, Donggala. Ritual tersebut menggabungkan pelafalan kayori dengan berbagai perlengkapan tolak bala dan prosesi adat seperti pembuatan perahu kecil (aki) yang dipercaya dapat mengusir penyakit kembali ke asalnya.[4] Tradisi kayori juga mulai dilestarikan dan diperkenalkan kembali melalui pertunjukan seni. Misalnya, dalam kegiatan bertajuk Sulteng Bersyair yang digelar pada November 2024, syair kayori ditampilkan sebagai bagian dari promosi budaya Sulawesi Tengah kepada generasi muda.[5]
Referensi
- ^ a b c d Nole, Otniel Aurelius (2024-10-02). "Folklore on Kayori: An Oral Tradition about Natural Disasters in Central Sulawesi". Mudra Jurnal Seni Budaya. 39 (4): 463–470. doi:10.31091/mudra.v39i4.2841. ISSN 2541-0407.
- ^ "Kayori". Pusdatin Kemendikbudristek. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ a b Palogai, Ibe S.; Bohang, Lala (2021). Kayori; Seni Merekam Bencana. BASABAS. ISBN 978-623-305-222-1.
- ^ a b Nirmayanti; Effendi; Halifah, Nur (2022). "Nilai dalam Ritual Adat Kayori Pompaura Sindue (Pembelajaran Nilai Sosial)". Jurnal Kreatif Online. 10 (1): 36–49.
- ^ "Hapri Ika Poigi Imbau Gen Z Jaga dan Lestarikan Syair Kayori Sebagai Budaya Sulawesi Tengah". Tribunpalu.com. Diakses tanggal 2025-06-16.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.