Gua Plawan
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (April 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
Gua Plawan adalah gua air bawah tanah yang terletak di desa Gabug, Giricahyo, Purwosari, Gunungkidul. Gua plawan tidak pernah kering meskipun terjadi musim kemarau yang panjang. Gua ini memiliki kedalaman 170 m dari permukaan tanah dan mempunyai debit air kurang lebih 40 liter/detik dan ketika musim penghujan mencapai 200 liter/detik. Debit air yang besar tersebut gua plawan mempunyai potensi untuk mengatasi masalah kekeringan di desa Giricahyo yang memiliki 1095 KK atau 4085 jiwa.[1]
Eksploitasi Air
KKN UGM tematik berkesinambungan mulai dari tahun 2005 mengkaji dan mempersiapkan teknologi terbarukan untuk dapat menaikkan air bawah tanah gua plawan ke permukaan. Pada tahun 2007 water plant comunity, UGM, dan Kementrian Pekerjaan Umum membangun 240 panel sel surya (solar cell) dengan teknologi solar tracker yang dapat mengikuti gerak matahari dengan kapasitas 120 kWp mampu menaikkan 50 meter kubik air gua plawan ke permukaan dan dialirkan ke bak-bak penampungam yang ada di setiap dusun.
Namun, pada tahun 2010 teknologi teknologi PATS (Pompa Air Tenaga Surya) tersebut sudah tidak berfungsi karena kabel yang ada di dinding gua plawan telah dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sampai saat ini komponen komponen panel sel surya keadaannya memprihatinkan karena tidak pernah di rawat.[1]
Peresmian oleh Mendiknas
Pengangkatan air di goa Plawan menggunakan tenaga surya merupakan yang terbesar di Indonesia di mana terdiri dari 240 panel sel surya (Solar Cell) dengan teknologi solar tracker yang dapat mengikuti gerak matahari dengan asumsi selama delapan jam bekerja setiap harinya yang kemudian ditampung di reservoir dengan kapasitas air sebesar 50 meter kubik. Program ini sangat diharakan dapat menyuplai air dengan debit 4 liter/detik, dengan penduduk desa Giricahyo yang berjumlah sekitar 4000 jiwa dengan asumsi 1000 jiwa adalah 1 liter/detik, maka sistem tersebut mampu mendistribusikan ke semua dusun yang ada di Desa Giricahyo.[2]
Referensi
- ^ a b "Mengangkat air gua plawan untuk kesejahteraan desa giricahyo". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-28.
- ^ "mendiknas resmikan program eksploitasi air gua plawan sebagai kkn ppm percontohan di indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-09.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.