Gigi emas


Gigi emas adalah sebuah bahan yang terbuat dari emas dan dipakai sebagai pengganti gigi yang hilang serta dikenakan juga untuk memperbaiki fungsi mengunyah dan berbicara seseorang.[1] Gigi emas sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu di Asia Tenggara, tepatnya pada tahun 1300-1400an di Luzon, sebuah pulau di Filipina. Para ahli menemukan bahwa penggantian gigi atau pelapis gigi dengan emas menjadi populer di kalangan pemimpin dan penguasa politik pada masa itu yang menjadi salah satu simbol dari kekayaan.[2]

Referensi

  1. ^ "Gigi Palsu Emas Jadi Simbol Status Sosial Era 80-an, Ngetren di Kalangan Pemain Kethoprak, Berkilau jika Kena Lampung Panggung". Radar Jogja.
  2. ^ "Edukasi tentang Pasang Gigi Emas: Proses, Manfaat, dan Pertimbangan". Joy Dental.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.