Gerayang

Ketika digunakan dalam konteks seksual, gerayang[1] adalah menyentuh atau meraba orang lain dengan cara seksual yang tidak dipersilahkan menggunakan tangan. Istilah tersebut umumnya memiliki pengartian yang negatif dalam beberapa masyarakat, dan dianggap sebagai serangan seksual. Menyentuh tubuh seseorang saat aktivitas seksual, pemijatan, atau pengujian pengobatan tidak selalu dianggap menggerayang. Bagian tubuh yang biasanya digerayangi meliputi bokong, buah dada, dan paha pada wanita, dan penis, buah zakar dan bokong pada pria. Penggerayang tak hanya menggunakan tangan mereka, tetapi dapat menggunakan bagian tubuh mereka yang lain terhadap orang lain yang dapat digunakan untuk menggerayang.
Di bagian-bagian Asia Selatan, yakni India,[2] Nepal[3] dan Bangladesh,[4] pelecehan seksual di tempat publik (sering disebut sebagai "pelecehan jalanan") terhadap wanita oleh pria biasanya disebut sebagai pelecehan perempuan.
Jepang

Pada Jepang, pria yang menggerayang wanita di tempat publik disebut chikan (痴漢, チカン, or ちかん); dan istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut tindakan itu sendiri. Gerbong-gerbong kereta adalah tempat kesukaan untuk menggerayang dan sebuah survei 2001 yang diadakan di dua sekolah tinggi Tokyo menemukan bahwa lebih dari 70% pelajar digerayang ketika berada dengan mereka. Sebagai bagian dari menumpas masalah tersebut, beberapa perusahan kereta api merancang gerbong khusus penumpang perempuan pada saat jam kerja.[5][6][7]
Lihat pula
Referensi
- ^ "Gerayang". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- ^ The Express Tribune, 8 Juli 2013: Eve teasing: The power game, oleh Tehniya S Afridi.
- ^ Smriti Lakhey, "Eve Teasing" Diarsipkan 2010-06-20 di Wayback Machine., Wave # 55, Juli 2000.
- ^ "Eve-teasers beat dead youth in Dhaka", Daily Star, 11 Oktober 2014.
- ^ "The His and Hers Subway". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-26. Diakses tanggal 2007-12-26.
- ^ "Japan Tries Women Only Train Cars to Stop Groping: Tokyo Subway Experiment Attempts to Slow Epidemic of Subway Fondling" Sebuah artikel ABC News.
- ^ ""Women Only Cars on Commuter Trains Cause Controversy in Japan"". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-18. Diakses tanggal 2007-12-18.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.