Ewa Wuna

Ewa Wuna (Silat Muna)

Ewa wuna atau Silat Muna adalah seni bela diri tradisional masyarakat suku Muna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.[1] Seni pertunjukan bela diri ini telah diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No. 372/M/2021.[2]

Sejarah

Ewa wuna dalam bahasa Muna merujuk pada kata "melawan" atau "menyerang". Sejarah asal-usul ewa wuna diturunkan secara lisan pada masyarakat. Seni bela diri ini dianggap memiliki pengaruh dari Kerajaan Cina dan Kerajaan Johor, Malaysia, yang lebih dahulu mengetahui seni pertahanan diri.[3]

Perkembangan awal ewa wuna diyakini terkait dengan Latitakono, seorang lakina (penguasa) Muna pada abad ke-17. Pada masa kepemimpinannya, ia disebut melakukan reformasi sistem pemerintahan, mengenalkan bela diri ewa wuna dan mengangkat seorang menteri besar (bhonto balano), La Marati. Ilmu ewa wuna ini kemudian diwariskan kepada muridnya, La Derumpa, yang kemudian menyebarkan ajaran ini ke beberapa wilayah Muna seperti Lawa, Tongkuno, Kabawo, dan Katobu.[3]

Sementara itu, keberadaan ewa wuna di Desa Lakologou mulai dikenal pada masa kepemimpinan Laode Karantu, ketika wilayah ini masih menjadi bagian dari Ghoerano Tongkuno. Saat itu, pertunjukan ewa wuna dilakukan dalam acara adat seperti pernikahan dan pingitan, serta saat menyambut tamu kehormatan, termasuk Raja Muna. Pada masa awal, hanya orang tertentu yang dapat mempelajari ewa wuna, dan tidak semua warga dapat menampilkannya. Fungsi ewa wuna juga lebih terfokus pada bela diri, upacara adat, dan penyambutan tamu.[4]

Ciri khas

Bela diri ewa wuna memiliki ciri khas dalam gerakan yang melibatkan seluruh anggota tubuh dan lebih menekankan pada keindahan gerak dan kelenturan tubuh. Seni ewa wuna diajarkan dari guru kepada murid secara langsung tanpa catatan tertulis.[1]

Seni bela diri ewa wuna ditampilkan oleh enam orang yang menunjukkan kemampuan senjata berbeda. Dua orang memainkan badik, tiga orang memainkan parang, serta seorang lainnya memainkan tombak. Tiap pesilat tersebut akan saling menyerang satu sama lain. Meskipun demikian, keberadaan petombi (pemegang bendera) menjaga keamanan pertunjukan. Pertunjukan seni bela diri ini dilengkapi dengan iringan musik rambi wuna oleh lima orang pemusik.[4]

Fungsi sosial

Ewa wuna memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai bentuk pertunjukan dan hiburan, seni bela diri ini juga menjadi media mempererat hubungan warga. Dalam praktiknya, ewa wuna dipentaskan dalam berbagai acara seperti penyambutan pengantin, upacara adat, hingga kedatangan tamu terhormat seperti kepala daerah. Selain itu, pertunjukan ewa wuna juga ditampilkan dalam kegiatan festival budaya dan dijadikan sebagai bentuk perlombaan daerah.[1] Gerakan ewa wuna juga dapat menjadi bentuk olahraga tradisional.[4]

Referensi

  1. ^ a b c Hazlan; Suraya, Rahmat Sewa; Maarhini, La Ode (2023). "KOMODIFIKASI TRADISI SILAT MUNA(EWA WUNA) DI DESA LAKARINTA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA". LISANI. 6 (2): 106–112.
  2. ^ "Ewa Wuna". Pusdatin Kemendikbudristek. Diakses tanggal 2025-06-17.
  3. ^ a b Arman (2016-02-25). "NILAI- NILAI TUTURAN EWA WUNA PADA MASYARAKAT MUNA". ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya. 5 (1): 68–80. doi:10.33772/etnoreflika.v5i1.271. ISSN 2355-360X.
  4. ^ a b c Syarif, La Ahmad; Sifatu, Wa Ode; Zainal, Zainal (2023-06-17). "Eksistensi Perempuan Pembuat Periuk dari Tanah Liat di Desa Lapole Kecamatan Maligano Kabupaten Muna". KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi. 7 (1): 12–24. doi:10.33772/kabanti.v7i1.2167. ISSN 2503-3468.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.