Bodo Kupat
Masyarakat keturunan Jawa di Suriname memiliki tradisi unik dalam memperingati Hari Raya Idulfitri yang dikenal sebagai Bodo Kupat. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan tetap dilestarikan oleh komunitas keturunan Jawa di negara tersebut. Pada tahun 2016, Bodo Kupat dirayakan pada Minggu, 17 Juli, dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan kebersamaan.[1]
Sejarah Bodo Kupat
Bodo Kupat merupakan tradisi silaturahmi yang dilakukan oleh masyarakat keturunan Jawa di Suriname setelah Hari Raya Idul Fitri. Secara etimologis, istilah "Bodo Kupat" berasal dari kata "kupat", yang dalam budaya Jawa memiliki filosofi "ngaku lepat" atau "mengakui kesalahan". Tradisi ini mencerminkan semangat bermaaf-maafan dan mempererat tali persaudaraan di antara masyarakat keturunan Jawa yang tinggal di Suriname.[1]
Perayaan Bodo Kupat tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya leluhur mereka yang berasal dari Indonesia. Dalam perayaan ini, rumah-rumah warga terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk saling memaafkan, berbagi cerita, serta menikmati hidangan khas yang telah disiapkan.[2]
Perayaan di Rust and Werk
Salah satu pusat perayaan Bodo Kupat di Suriname adalah daerah Rust and Werk, yang dalam bahasa Belanda berarti "istirahat dan bekerja". Wilayah ini merupakan daerah perkebunan di bagian utara Suriname, yang dihuni hampir 99 persen oleh masyarakat keturunan Jawa.[3] Untuk mencapai Rust and Werk, masyarakat umumnya menggunakan perahu melalui sungai Suriname.[1]
Salah satu atraksi yang paling dinantikan dalam perayaan ini adalah balap perahu, baik perahu dayung maupun perahu mesin. Perlombaan ini diikuti oleh masyarakat keturunan Jawa serta keturunan Hindustan dan berlangsung dengan meriah, diiringi teriakan penonton serta suara tembakan senapan dan kembang api sebagai tanda dimulainya perlombaan.[4]
Setibanya di Rust and Werk, para pengunjung disambut dengan suasana hangat khas perayaan Bodo Kupat. Rumah-rumah warga dipadati oleh sanak keluarga yang datang dari berbagai penjuru Suriname. Dalam suasana kekeluargaan ini, para tamu disuguhi hidangan khas dan minuman tradisional sebagai bentuk keramahan tuan rumah.[1]
Bodo Kupat juga menarik perhatian berbagai pejabat dan tokoh masyarakat. Dalam perayaan tahun 2016, Duta Besar RI untuk Suriname, Dominicus Supratikto, turut hadir untuk merasakan atmosfer kemeriahan acara ini.[5] Beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah warga, salah satunya rumah Hendrik Paimin, seorang warga keturunan Jawa yang dengan bangga menerima kunjungan dari perwakilan negara asal leluhurnya.[1]
Dalam kesempatan tersebut, Supratikto juga mengajak warga keturunan Jawa untuk mengikuti program family trip yang diselenggarakan oleh KBRI Paramaribo, yang bertujuan untuk membawa masyarakat Suriname berkunjung ke Indonesia sekaligus menelusuri jejak leluhur mereka.[6]
Budaya dan Hiburan
Puncak perayaan Bodo Kupat berlangsung di Balai Desa Rust and Werk, tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang etnis. Tidak hanya dihadiri oleh keturunan Jawa, acara ini juga menarik partisipasi masyarakat keturunan Hindustan, Creole, Maroon, dan Eropa.[1]
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting keturunan Jawa di Suriname, seperti Menteri Dalam Negeri Faizel Mohammed Noersalim dan anggota parlemen Raymond Sapoen. Berbagai hiburan turut memeriahkan acara, termasuk pertunjukan musik live dan tarian tradisional Jawa seperti Jaran Kepang. Grup musik Irama Smeltkroes menjadi salah satu pengisi acara yang mengajak pengunjung untuk berjoget bersama.[1]
Kuliner
Selain atraksi budaya, kuliner juga menjadi bagian penting dalam perayaan Bodo Kupat. Masyarakat menyajikan hidangan khas yang mencerminkan perpaduan budaya Jawa dan Suriname. Beberapa hidangan yang disediakan secara gratis untuk para pengunjung antara lain:
- Nasi kuning
- Bakmi Jawa
- Sate
- Serundeng daging
- Moksi alesi (nasi campur ala Suriname)
- Zoetzure tilapia (ikan mujair asam manis)
Pelestarian Tradisi
Bodo Kupat tidak hanya menjadi ajang perayaan tahunan, tetapi juga berperan dalam menjaga identitas budaya masyarakat keturunan Jawa di Suriname. Meskipun telah menetap di Suriname selama lebih dari satu abad, mereka tetap mempertahankan tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur mereka dari Indonesia. Tradisi ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Suriname, KBRI Paramaribo, dan komunitas masyarakat Jawa di Suriname. Dengan semangat kebersamaan dan silaturahmi yang tetap terjaga, Bodo Kupat menjadi simbol kuatnya hubungan kultural antara Suriname dan Indonesia.[1]
Referensi
- ^ a b c d e f g h Yunita, Niken Widya. "Meriahnya Bodo Kupat, Lebaran Keturunan Jawa di Suriname". detiknews. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ Arief, Faizal. R (2019-06-06). "Tradisi Lebaran Unik Keturunan Jawa di Suriname". Times Indonesia. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ "Plantage Rust en Werk | Suriname Plantages". www.surinameplantages.com. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ Yustiana, Kurnia. "Unik, Lebaran di Suriname Diputuskan Pakai Hitungan Primbon". trending. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ "Indonesia, Suriname to strengthen bilateral cooperation on small and middle business". Republika Online. 2017-05-19. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ Kamil, Muhammad; Jatmika, Sidik (2024). [file:///C:/Users/Windows%2010/Downloads/e2024252.pdf "The role of the Javanese diaspora in Suriname in bridging the national development of Indonesia"] (PDF). Multidisclipinary Reviews. 1 (1): 1–11.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.