Beta saham
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Artikel atau bagian ini Ini adalah acara #WikiLatih dan atau sedang dalam perubahan besar untuk sementara waktu. Untuk menghindari konflik penyuntingan, dimohon jangan melakukan penyuntingan pada halaman ini selama pesan ini ditampilkan. Halaman ini terakhir disunting pada 12.54, 8 November 2025 (UTC) (6 bulan lalu) – (). Pesan ini dapat dihapus jika halaman ini sudah tidak disunting dalam beberapa jam. Jika Anda adalah penyunting yang menambahkan templat ini, harap diingat untuk menghapusnya setelah selesai atau menggantikannya dengan {{Akan dikerjakan}} di antara masa-masa menyunting Anda. |
Beta saham, dalam bidang keuangan dimana beta (β) merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk menggambarkan tingkat risiko sistematis suatu aset atau saham dibandingkan dengan risiko pasar secara keseluruhan. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio, karena berasal dari faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan pemerintah.[1] Nilai beta menunjukkan seberapa sensitif harga suatu saham terhadap perubahan di pasar. Apabila suatu saham memiliki β = 1, maka pergerakan harga saham tersebut akan searah dan sebanding dengan pasar. Sebaliknya, ketika β > 1 menandakan bahwa saham tersebut lebih volatil dibandingkan pasar, dimana ketika pasar naik, saham cenderung naik lebih besar, dan ketika pasar turun, saham juga akan turun lebih tajam. Sementara itu, β < 1 mengindikasikan bahwa saham relatif lebih stabil karena kurang peka terhadap fluktuasi pasar.[2]
Penggunaan beta saham
Secara praktis, nilai beta banyak digunakan oleh analis keuangan dan manajer investasi untuk menilai sensitivitas portofolio terhadap kondisi pasar. Misalnya, saham perusahaan teknologi umumnya memiliki beta lebih besar dari 1 karena cenderung lebih fluktuatif, sementara saham perusahaan utilitas biasanya memiliki beta di bawah 1 karena lebih stabil. Dengan demikian, beta menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan investasi, terutama dalam menyeimbangkan antara risiko dan imbal hasil yang diharapkan.[3]
Referensi
- ^ Sharpe, William F. (1964). "Capital Asset Prices: A Theory of Market Equilibrium Under Conditions of Risk". The Journal of Finance (dalam bahasa Inggris). 19 (3): 425–442. doi:10.1111/j.1540-6261.1964.tb02865.x. ISSN 1540-6261.
- ^ Fama, Eugene F; French, Kenneth R (2004-08-01). "The Capital Asset Pricing Model: Theory and Evidence". Journal of Economic Perspectives. 18 (3): 25–46. doi:10.1257/0895330042162430. ISSN 0895-3309.
- ^ Stahl, Raphael (2015-12-08). Grundlagen des klassischen Capital Asset Pricing Model. Wiesbaden: Springer Fachmedien Wiesbaden. hlm. 3–11. ISBN 978-3-658-12024-5.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.