Antoksantin
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (September 2014) |

Antoksantin (dari bahasa Yunani Kuno ἄνθος (ánthos), artinya "bunga", dan ξᾰνθός (xanthós), artinya "kuning") adalah sejenis pigmen flavonoid pada tumbuhan. Antoksantin adalah pigmen yang larut dalam air dengan warna yang bervariasi, mulai dari putih atau tak berwarna hingga krem hingga kuning, sering kali terdapat pada kelopak bunga. Pigmen ini umumnya lebih putih dalam media asam dan menguning dalam media basa. Pigmen ini sangat rentan terhadap perubahan warna akibat mineral dan ion logam, mirip dengan antosianin. Beberapa contoh antoksantin antara lain: apigeniun, luteolin, kaempferol, kuersetin.
Antosianin juga merupakan flavonoid, tetapi tulang punggungnya terbuat dari flavylium, bukan flavon dan flavonol yang ditemukan dalam antoksantin. Akibatnya, antosianin berwarna biru, bukan kuning yang merupakan ciri khas flavonoid (berasal dari kata Latin flavus, yang berarti kuning).[1] Modifikasi ini membutuhkan serangkaian gen khusus, sehingga antosianin lebih langka daripada antosantin di alam.[2]
Kegunaan
Seperti halnya semua flavonoid, antoksantin memiliki sifat antioksidan dan penting untuk nutrisi. Antoxantin terkadang digunakan sebagai zat aditif makanan untuk menambah warna atau rasa pada makanan. Salah satu antoksantin yang paling terkenal adalah kuersetin, yang ditemukan dalam banyak buah dan sayuran, termasuk kaper, bawang merah, dan kubis keriting.
Selain digunakan sebagai zat aditif makanan, antoksantin juga digunakan dalam produksi pewarna dan pigmen. Antoksantin juga dapat digunakan untuk menghasilkan pewarna kuning, oranye, atau merah untuk tekstil, kosmetik, dan produk lainnya.
Referensi
- ^ Isolation of a UDP-glucose: Flavonoid 5-O-glucosyltransferase gene and expression analysis of anthocyanin biosynthetic genes in herbaceous peony (Paeonia lactiflora Pall.). Da Qiu Zhao, Chen Xia Han, Jin Tao Ge and Jun Tao, Electronic Journal of Biotechnology, 15 November 2012, Volume 15, Number 6, DOI:10.2225/vol15-issue6-fulltext-7
- ^ Nakajima, J; Tanaka, Y; Yamazaki, M; et al. (July 2001). "Reaction mechanism from leucoanthocyanidin to anthocyanidin 3-glucoside, a key reaction for coloring in anthocyanin biosynthesis". The Journal of Biological Chemistry. 276 (28): 25797–803. doi:10.1074/jbc.M100744200. PMID 11316805.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.